
Ilustrasi AI saat ini banyak digunakan untuk membantu membuat aplikasi. (Bpointer)
JawaPos.com - Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini dapat membantu mahasiswa mengubah ide menjadi prototipe aplikasi melalui proses pengembangan perangkat lunak yang lebih terstruktur. Mahasiswa tidak hanya bisa memanfaatkan AI untuk menulis kode pemrograman, tetapi juga menyusun kebutuhan sistem, merancang aplikasi, hingga memahami cara kerja kode yang dihasilkan.
Fasilitas ini hadir melalui program Kiro for Students, yang memberikan akses gratis selama satu tahun kepada mahasiswa Binus University untuk menggunakan agen AI pengembangan perangkat lunak dari Amazon Web Services (AWS). Melalui program tersebut, setiap mahasiswa memperoleh 1.000 kredit gratis per bulan untuk memanfaatkan berbagai fitur pengembangan berbantuan AI.
Kiro merupakan perangkat pengembangan perangkat lunak berbasis AI agent yang dirancang untuk membantu pengguna melalui berbagai tahapan pembuatan aplikasi. Teknologi ini menggunakan pendekatan 'spec-driven development', yakni metode pengembangan yang dimulai dengan menyusun spesifikasi dan kebutuhan sistem sebelum berlanjut ke proses pemrograman.
Baca Juga:Ramalan Shio Babi Besok, Jumat 30 Oktober 2026: Utamakan Keseimbangan Keuangan dan Kehidupan Pribadi
Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa memahami alur pengembangan aplikasi secara lebih sistematis, bukan sekadar menghasilkan kode berdasarkan instruksi singkat.
AI Bantu Ubah Ide Menjadi Aplikasi
Dalam penggunaannya, mahasiswa dapat menjelaskan ide aplikasi menggunakan bahasa sehari-hari. Kiro kemudian membantu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi kebutuhan sistem, rancangan desain, dan daftar pekerjaan yang diperlukan dalam proses pengembangan.
Setelah tahap perencanaan, AI dapat membantu proses penulisan kode hingga pengembangan aplikasi. Mahasiswa tetap dapat meninjau dan memberikan persetujuan terhadap tahapan yang dikerjakan sebelum solusi dibangun lebih lanjut.
Fitur ini membuka peluang bagi mahasiswa dari berbagai bidang untuk bereksperimen dengan pengembangan teknologi. Mereka dapat membuat prototipe, menguji gagasan, serta mengevaluasi apakah solusi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Selain membantu menghasilkan kode, Kiro juga dapat menjelaskan kode pemrograman. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempelajari logika di balik suatu program sekaligus membantu mahasiswa memahami proses pemecahan masalah dalam pengembangan perangkat lunak.
Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Derwin Suhartono, mengatakan penggunaan AI perlu diimbangi dengan pemahaman teknis dan tanggung jawab terhadap solusi yang dikembangkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022