Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Rian Alfianto
Kamis, 29 Oktober 2026 | 18.59 WIB

28 Ribu Mahasiswa Ditargetkan Kuasai AI, Tak Hanya Anak IT

Jumpa pers Hacktiv8 di Jakarta, Rabu (29/10). (Rian/JawaPos.com) - Image

Jumpa pers Hacktiv8 di Jakarta, Rabu (29/10). (Rian/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia kerja mendorong kebutuhan tenaga digital dengan keterampilan lintas bidang. Sebanyak 28.000 mahasiswa di Indonesia ditargetkan menguasai teknologi AI hingga 2027, termasuk mahasiswa di luar jurusan teknologi informasi (TI).

Program pelatihan tersebut dirancang untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap AI, mulai dari materi berbahasa Indonesia, lokakarya daring dan luring, hingga praktik pengembangan perangkat lunak secara mandiri. Mahasiswa jurusan hukum dan kesehatan juga menjadi sasaran, mengingat pemanfaatan AI kini merambah berbagai sektor di luar industri teknologi.

CEO Hacktiv8, Juventia Vicky Riana, mengatakan penguasaan AI semakin penting seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi tersebut oleh perusahaan di Indonesia.

"Bisnis di Indonesia mengadopsi AI secara pesat. Sehingga, sangat penting memiliki tenaga kerja terampil yang memiliki pola pikir berkembang (growth mindset)," kata Juventia di Jakarta, Rabu (28/10).

Mahasiswa Mulai Kembangkan Solusi Berbasis AI

Pelatihan tidak hanya berfokus pada pemahaman teori. Peserta juga mengikuti hackathon atau kompetisi pengembangan solusi teknologi untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam proyek nyata.

Salah satu materi yang diperkenalkan adalah agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk menjalankan rangkaian tugas tertentu secara mandiri berdasarkan tujuan dan instruksi yang diberikan.

Dari lebih dari 200 peserta, sebanyak 25 mahasiswa terpilih untuk melaju ke semifinal hackathon yang didukung Garuda Spark.

Sejumlah proyek yang dikembangkan peserta menunjukkan bagaimana AI dan perangkat lunak dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di berbagai sektor. Salah satunya adalah sistem pemantauan regulasi ketenagakerjaan yang dapat membantu pengguna mengikuti perubahan aturan.

Ada pula proyek yang berfokus pada layanan kesehatan berkelanjutan bagi pasien rawat jalan selama berada di rumah. Sementara itu, peserta lainnya mengembangkan sistem deteksi dini untuk masyarakat di wilayah rawan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore