
Jumpa pers Hacktiv8 di Jakarta, Rabu (29/10). (Rian/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia kerja mendorong kebutuhan tenaga digital dengan keterampilan lintas bidang. Sebanyak 28.000 mahasiswa di Indonesia ditargetkan menguasai teknologi AI hingga 2027, termasuk mahasiswa di luar jurusan teknologi informasi (TI).
Program pelatihan tersebut dirancang untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap AI, mulai dari materi berbahasa Indonesia, lokakarya daring dan luring, hingga praktik pengembangan perangkat lunak secara mandiri. Mahasiswa jurusan hukum dan kesehatan juga menjadi sasaran, mengingat pemanfaatan AI kini merambah berbagai sektor di luar industri teknologi.
CEO Hacktiv8, Juventia Vicky Riana, mengatakan penguasaan AI semakin penting seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi tersebut oleh perusahaan di Indonesia.
"Bisnis di Indonesia mengadopsi AI secara pesat. Sehingga, sangat penting memiliki tenaga kerja terampil yang memiliki pola pikir berkembang (growth mindset)," kata Juventia di Jakarta, Rabu (28/10).
Mahasiswa Mulai Kembangkan Solusi Berbasis AI
Pelatihan tidak hanya berfokus pada pemahaman teori. Peserta juga mengikuti hackathon atau kompetisi pengembangan solusi teknologi untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam proyek nyata.
Salah satu materi yang diperkenalkan adalah agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk menjalankan rangkaian tugas tertentu secara mandiri berdasarkan tujuan dan instruksi yang diberikan.
Dari lebih dari 200 peserta, sebanyak 25 mahasiswa terpilih untuk melaju ke semifinal hackathon yang didukung Garuda Spark.
Sejumlah proyek yang dikembangkan peserta menunjukkan bagaimana AI dan perangkat lunak dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di berbagai sektor. Salah satunya adalah sistem pemantauan regulasi ketenagakerjaan yang dapat membantu pengguna mengikuti perubahan aturan.
Ada pula proyek yang berfokus pada layanan kesehatan berkelanjutan bagi pasien rawat jalan selama berada di rumah. Sementara itu, peserta lainnya mengembangkan sistem deteksi dini untuk masyarakat di wilayah rawan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022