JawaPos.com - JBL menggelar pameran perayaan 80 tahun di Main Atrium, East Mall Level 1, Grand Indonesia, Jakarta, pada 21-25 Oktober 2026. Pameran ini menghadirkan pengalaman interaktif yang memungkinkan pengunjung mencoba berbagai produk audio JBL, mulai dari perangkat karaoke hingga headphone untuk bermain gim.
JBL menghadirkan sejumlah inovasi produk audio, mulai dari speaker portabel, headphone, hingga perangkat karaoke berbasis kecerdasan buatan (AI). Inovasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem audio JBL yang memasuki usia 80 tahun pada 2026.
Salah satu produk yang diperkenalkan adalah JBL EasySing, mikrofon yang dilengkapi teknologi AI untuk menghilangkan vokal lagu secara real-time. Fitur ini memungkinkan pengguna bernyanyi dengan iringan musik tanpa voka asli.
Tak hanya itu, JBL juga menghadirkan seri BandBox, smart amplifier yang dilengkapi fitur stem isolation. Teknologi tersebut memungkinkan pemisahan vokal dan instrumen langsung melalui perangkat sehingga mendukung kebutuhan bermusik dan pembuatan karya.
Selain perangkat untuk bernyanyi dan bermusik, JBL mengembangkan produk audio untuk kebutuhan sehari-hari. Rangkaian produknya mencakup speaker portabel, headphone, dan soundbar untuk menunjang pengalaman mendengarkan musik maupun menikmati hiburan di rumah.
JBL turut mengembangkan perangkat audio untuk kebutuhan olahraga dan aktivitas luar ruang melalui lini produk open-ear. Sementara itu, lini JBL Quantum ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan perangkat audio untuk bermain gim.
Berbagai produk tersebut sejalan dengan pembaruan identitas merek JBL melalui kampanye "Made to Be Heard" di kawasan Asia Pasifik. Kampanye ini menekankan ekspresi diri, kreativitas, serta peran audio dalam mendukung aktivitas penggunanya.
Wakil Presiden sekaligus General Manager Consumer Audio HARMAN Asia Pacific, Grace Koh, mengatakan JBL terus mengembangkan inovasi untuk mendukung kreator, penggemar musik, dan komunitas melalui berbagai produk serta program komunitas.
"Di seluruh Asia Pasifik, kami melihat konsumen mulai menggunakan berbagai cara baru untuk mengekspresikan diri dan saling terhubung melalui audio, menjadikan momen ini sangat berarti. Made to Be Heard adalah komitmen untuk menginspirasi rasa percaya diri, merayakan orisinalitas, sekaligus menghadirkan inovasi dan performa yang selalu diharapkan dari JBL," ungkap Grace Koh.
Memasuki usia ke-80 sejak didirikan oleh James B. Lansing pada 1946, JBL juga menjalankan inisiatif JBL Music Academy. Program tersebut menyediakan akses perangkat, teknologi, dan bimbingan bagi musisi, produser, serta pencipta lagu pendatang baru.