Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Nanda Prayoga
Jumat, 23 Oktober 2026 | 21.24 WIB

Wamen Nezar: Kedaulatan AI Indonesia Tak Cukup Andalkan Pusat Data

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria. (Komdigi) - Image

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria. (Komdigi)

JawaPos.com - Penguatan kedaulatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan pusat data. Indonesia juga perlu menguasai teknologi dari hulu, termasuk kemampuan komputasi dan industri semikonduktor, agar dapat berperan dalam rantai pasok teknologi global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, penguasaan sejumlah titik strategis dalam rantai pasok global menjadi langkah penting untuk memperkuat industri AI nasional.

“Kalau kita bicara tentang strategi kita untuk kedaulatan digital, kita harus mengamankan sejumlah choke point dari rantai pasok global untuk memperkuat industri AI,” ujar Wamen Nezar dalam acara Digital Economy Policy Forum 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, dikutip Jumat (23/10).

Menurut Nezar, kedaulatan digital tidak bisa dibangun hanya dengan menyediakan infrastruktur. Upaya tersebut harus mencakup pengelolaan data, keamanan siber, tata kelola, serta penguatan kemampuan riset dan inovasi.

Karena itu, kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi strategis perlu menjadi bagian dari tolok ukur penguasaan teknologi nasional, bukan semata-mata melihat ketersediaan pusat data.

Nezar juga menempatkan kapasitas komputasi atau compute power sebagai salah satu fondasi utama perkembangan ekonomi digital. Untuk mendukungnya, Indonesia membutuhkan pasokan energi yang stabil, konektivitas yang kuat, pusat data, layanan komputasi awan, hingga industri semikonduktor.

“Di era artificial intelligence ini, komputasi punya posisi seperti listrik bagi ekonomi digital. Jadi, listriknya ekonomi digital itu compute power,” tegasnya.

Dari sisi infrastruktur, kapasitas pusat data Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 580 megawatt. Pemerintah menargetkan kapasitas tersebut bertambah menjadi 1,3 gigawatt pada 2027–2028.

Meski demikian, kapasitas Indonesia masih berada di bawah Malaysia yang diperkirakan mencapai 3 gigawatt. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian dalam menyusun perencanaan pembangunan pusat data agar pertumbuhannya sejalan dengan kebutuhan ekonomi digital nasional.

“Kita perlu menata dan kemudian juga memberikan safeguard dalam pembangunan data center ini supaya dia bisa bertumbuh baik ke depannya,” ujarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore