
Elon Musk berbicara secara virtual dalam pertemuan G20 yang membahas teknologi dan inovasi di Chapel Hill, Amerika Serikat (France24)
JawaPos.com - Elon Musk membawa dua pesan besar ke forum G20 yang mempertemukan pemerintah dan para raksasa teknologi dunia: kecerdasan buatan membutuhkan infrastruktur energi yang jauh lebih besar, sementara regulasi yang berlebihan berpotensi memperlambat inovasi. Sikap itu menempatkan Musk di tengah perdebatan global mengenai seberapa jauh negara harus mengendalikan perkembangan AI.
Pendiri Tesla dan SpaceX itu berbicara secara virtual dalam pertemuan G20 yang berfokus pada teknologi dan inovasi di Chapel Hill, North Carolina. Forum tersebut berlangsung ketika pembangunan pusat data AI di Amerika Serikat (AS) menghadapi penolakan yang semakin besar, terutama karena kebutuhan listrik, dampak lingkungan, dan besarnya pembangunan infrastruktur menjelang pemilihan paruh waktu tahun ini.
Dilansir dari France24, Rabu (2/9/2026), Musk membela pembangunan pusat data sebagai kebutuhan mendesak bagi revolusi AI. Menurutnya, fasilitas tersebut diperlukan untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik dalam memenuhi kebutuhan komputasi AI. Dia menegaskan bahwa pengembang pusat data harus membayar pajak secara adil, tetapi dunia teknologi tetap membutuhkan kapasitas komputasi yang disediakan infrastruktur tersebut.
Baca Juga:Anthropic Akui Kegagalan Keamanan Setelah Model Claude Retas Tiga Organisasi saat Pengujian
Namun, perdebatan di Chapel Hill tidak berhenti pada soal energi. Di hadapan para menteri dari Prancis, Italia, dan Jerman serta Kepala Teknologi Uni Eropa Henna Virkkunen, Musk secara terbuka mengkritik pendekatan regulasi Eropa.
"Anda harus memiliki lingkungan yang relatif bebas dari regulasi, yang berarti hal-hal baru pada dasarnya harus dianggap legal, bukan ilegal," kata Musk.
Dia kemudian menilai kebijakan Uni Eropa menciptakan hambatan bagi perkembangan teknologi baru.
"Di Uni Eropa, misalnya, kami melihat tingkat regulasinya sangat tinggi, dan berbagai hal pada umumnya dianggap ilegal secara default. Hal itu menghambat kemajuan teknologi baru," ujarnya.
Musk menambahkan, "Hal itu pada akhirnya memang tidak menghentikannya, tetapi memperlambatnya secara cukup signifikan." Pandangan tersebut ditolak oleh para pejabat Uni Eropa yang mempertahankan pendekatan regulasi mereka.
Sikap Musk sejalan dengan pendekatan pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendorong pengawasan AI secara lebih longgar dan memberi ruang lebih besar bagi industri untuk mengatur diri sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
