Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2026 | 06.43 WIB

Elon Musk Bangun Fasilitas Roket Terbesar SpaceX di Louisiana, Picu Dukungan dan Kekhawatiran Warga

Starship V3 SpaceX melakukan pendaratan berapi di laut setelah menjalani penerbangan uji perdana / Foto: (The Independent) - Image

Starship V3 SpaceX melakukan pendaratan berapi di laut setelah menjalani penerbangan uji perdana / Foto: (The Independent)

JawaPos.com — Ambisi Elon Musk memperluas akses manusia ke luar angkasa kini bergerak ke pesisir Louisiana. SpaceX menyiapkan investasi USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.770 triliun dengan kurs Rp17.700 per dolar AS untuk membangun fasilitas peluncuran roket terbesar perusahaan di Vermilion Parish, wilayah setingkat kabupaten di Louisiana, AS. Namun, proyek yang dijanjikan membawa ribuan lapangan kerja itu justru membelah pandangan warga setempat. 

SpaceX menyebut fasilitas baru tersebut akan menjadi landasan penting untuk meningkatkan frekuensi penerbangan Starship hingga ribuan peluncuran per tahun. Pembangunan dijadwalkan dimulai pada 2027, sedangkan peluncuran perdana ditargetkan paling cepat pada 2029. 

Dilansir dari The Independent, Rabu (26/8/2026), proyek itu diperkirakan menciptakan 3.000 pekerjaan langsung dan 8.100 pekerjaan tidak langsung. Gubernur Louisiana Jeff Landry menyambut investasi tersebut sebagai peluang besar bagi negara bagian. “Kami memiliki masyarakat dan talenta untuk membangun sesuatu yang dahulu dianggap mustahil oleh dunia, menciptakan lapangan kerja di daratan, di seluruh Teluk, dan di luar angkasa,” kata Landry.

Dukungan terhadap proyek juga terlihat di tingkat lokal. Seth Chapman, pemilik toko umpan Perry Outfitters berusia 33 tahun, menggelar jajak pendapat informal di tokonya untuk mengetahui pandangan warga. Hasilnya, lebih dari 100 stiker ditempel pada kolom yang mendukung SpaceX, sementara 72 berada di kolom penolakan dan beberapa warga masih ragu. “Apa pun yang ingin dia lakukan, itu akan menguntungkan perekonomian lokal,” ujar Chapman kepada The Wall Street Journal.

Namun, manfaat ekonomi bukan satu-satunya pertimbangan. Warga yang tinggal lebih dekat dengan lokasi proyek khawatir pembangunan dapat mengganggu kehidupan mereka, termasuk kemungkinan kehilangan rumah. Meski Landry mengatakan tidak ada warga yang akan diminta meninggalkan rumahnya, pensiunan pekerja kerah biru Wayne Miller, 66 tahun, mempertanyakan nasib komunitasnya. “Jika mereka mengusir kami, ke mana kami harus pergi? Apa yang harus kami lakukan?” katanya.

Kekhawatiran warga juga berkaitan dengan identitas kawasan. Brooke Broussard, guru pendidikan khusus setempat, menolak anggapan bahwa wilayah tersebut sekadar hamparan kosong yang dapat dialihfungsikan tanpa konsekuensi sosial. “Ini bukan sekadar tempat untuk berburu dan memancing, bukan tanah terlantar, dan bukan tempat yang dilupakan,” ujarnya. 

Namun, bagi pemerintah Louisiana, manfaat ekonominya menjadi salah satu alasan utama proyek tersebut didorong. Louisiana Economic Development memperkirakan lebih dari 11.100 peluang kerja akan tercipta. Landry bahkan menyebut fasilitas baru itu akan menempatkan Louisiana “di pusat perbatasan besar berikutnya”, menandai upaya negara bagian mengubah investasi industri antariksa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Secara teknis, proyek ini juga memperlihatkan seberapa jauh ambisi SpaceX telah berkembang. Fasilitas tersebut akan menjadi lokasi peluncuran keempat SpaceX di Amerika Serikat dan dirancang dengan lima kompleks peluncuran. Masing-masing kompleks memiliki dua landasan peluncuran, dilengkapi fasilitas penyimpanan bahan bakar roket atau propellant farm. Skala tersebut menunjukkan bahwa Louisiana bukan sekadar lokasi tambahan, melainkan bagian dari strategi Musk meningkatkan kapasitas operasi Starship.

Bagi Musk, peningkatan frekuensi peluncuran merupakan syarat agar perjalanan ke luar angkasa tidak lagi menjadi aktivitas yang langka dan mahal. “Kami sedang bersiap membangun pelabuhan antariksa yang hingga kini hanya ada dalam fiksi ilmiah,” kata Musk. Dia juga menegaskan, “SpaceX didirikan untuk mewujudkan masa depan ketika manusia menjelajah di antara bintang-bintang, yang hanya mungkin terjadi jika kita menjadikan perjalanan ke luar angkasa serutin penerbangan dengan pesawat.”

Dengan demikian, proyek Louisiana memperlihatkan dua sisi ekspansi SpaceX: membuka ribuan lapangan kerja sekaligus memunculkan kekhawatiran atas perubahan ruang hidup dan karakter kawasan. Ketika pembangunan dimulai pada 2027, warga harus menimbang manfaat ekonomi dengan dampak proyek terhadap komunitas mereka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore