
Larry Ellison, pendiri sekaligus CTO Oracle, dalam Oracle AI World 2025 (The Register)
JawaPos.com - Oracle berada dalam posisi yang paradoks di tengah perlombaan kecerdasan buatan (AI) global. Perusahaan yang dipimpin pendiri sekaligus Chief Technology Officer (CTO) Larry Ellison itu agresif menggunakan AI untuk menghasilkan perangkat lunak, tetapi kini melarang kontribusi kode buatan AI ke OpenJDK, proyek Java sumber terbuka yang berada di bawah pengawasannya.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa bagi Oracle, persoalannya bukan sekadar apakah AI mampu menulis kode, melainkan di mana kode itu digunakan dan siapa yang menanggung risikonya. OpenJDK menjadi implementasi utama Java bagi banyak organisasi dan menopang sistem yang bersifat kritis, sehingga kesalahan kode yang tampak benar dapat membawa konsekuensi keamanan dan keselamatan.
Dilansir dari The Register, Kamis (6/8/2026), Oracle melarang kontribusi ke OpenJDK yang dibuat sebagian atau seluruhnya dengan AI. Larangan ini berlaku untuk kode, teks, dan gambar yang dikirim melalui repositori OpenJDK, GitHub, email, wiki, hingga sistem pelaporan masalah Java.
Namun, larangan tersebut bukan berarti pengembang dilarang menggunakan AI. Oracle masih mengizinkan pemakaian pribadi untuk "membantu memahami, men-debug, dan meninjau kode OpenJDK serta konten lain, dan melakukan riset terkait proyek OpenJDK", selama hasil yang dibuat AI tidak ikut disumbangkan.
Oracle menyebut kebijakan sementara itu diperlukan karena beban peninjauan, keamanan, keselamatan, serta persoalan kekayaan intelektual.
Di sinilah kebijakan tersebut berbenturan dengan praktik Oracle sendiri. Ellison sebelumnya menggambarkan bagaimana AI telah mengambil alih proses pemrograman internal.
"Kode yang ditulis Oracle sebenarnya tidak ditulis oleh manusia. Model AI kami yang menulisnya. Kami hanya memberi tahu model apa yang kami inginkan dari program tersebut, lalu AI menyusun proses langkah demi langkah untuk mewujudkannya," ujar Ellison dalam Oracle AI World 2025.
Pandangan serupa disampaikan Co-CEO Oracle Mike Sicilia. "Alat AI dan kemampuan pemrogramannya akan menjadi ancaman jika kami tidak mengadopsinya, tetapi kami justru mengadopsinya dengan sangat cepat," katanya.
Menurut Sicilia, penggunaan alat pemrograman berbasis AI memungkinkan tim teknik yang lebih kecil menghasilkan solusi yang lebih lengkap bagi pelanggan dalam waktu lebih singkat.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
