Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 05.32 WIB

Oracle Pangkas 21.000 Karyawan di Tengah Restrukturisasi Besar dan Tekanan Kompetisi Cloud

Logo Oracle terlihat dalam ilustrasi / Foto: (Reuters) - Image

Logo Oracle terlihat dalam ilustrasi / Foto: (Reuters)

JawaPos.com — Oracle kembali menjadi sorotan dalam gelombang perubahan besar industri teknologi global setelah mengurangi sekitar 21.000 karyawan di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) serta restrukturisasi bisnis yang berlangsung di dalam perusahaan. Perubahan ini menempatkan Oracle dalam arus transformasi sektor cloud yang semakin ditentukan oleh otomatisasi dan efisiensi berbasis teknologi AI.

Pemangkasan tenaga kerja tersebut mencerminkan perubahan struktur internal Oracle yang semakin mengandalkan sistem otomatis dalam operasional bisnisnya. Di saat yang sama, perusahaan juga memperluas investasi pada infrastruktur cloud dan kemitraan strategis untuk memperkuat posisi di pasar yang didominasi Amazon dan Microsoft.

Melansir Reuters, Selasa (23/6/2026), total tenaga kerja Oracle turun sekitar 13 persen sepanjang tahun fiskal 2026, sebagai bagian dari restrukturisasi yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perubahan strategi dan adopsi teknologi AI. Dalam laporan tahunannya, Oracle mencatat jumlah karyawan per 31 Mei 2026 berada di sekitar 141.000 orang, turun dari sekitar 162.000 pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Perusahaan juga mengungkapkan biaya restrukturisasi yang mencapai sekitar 1,84 miliar dolar AS untuk pesangon dan biaya keluar lainnya, jauh meningkat dibandingkan 374 juta dolar AS pada tahun sebelumnya.

Oracle menjelaskan bahwa penyesuaian tenaga kerja dilakukan karena sejumlah faktor, termasuk perubahan manajemen, penyesuaian produk, masalah kinerja, pergeseran strategi bisnis, serta dampak akuisisi. Kombinasi faktor ini memperlihatkan bahwa pemangkasan tidak semata-mata berdiri pada satu penyebab tunggal, melainkan bagian dari restrukturisasi menyeluruh.

Di tengah perubahan tersebut, isu AI menjadi perhatian utama di industri teknologi. Pendiri Oracle, Larry Ellison, menegaskan adanya perubahan mendasar dalam cara perusahaan membangun perangkat lunak. Dia menyatakan, “Kode yang sebelumnya ditulis oleh tenaga kerja manusia di Oracle, kini tidak lagi sepenuhnya ditulis oleh manusia. Model AI kami yang menulisnya.” 

Ellison juga menjelaskan perubahan pendekatan teknis Oracle dalam pengembangan produk yang semakin berbasis otomatisasi. Dia menyebut, “Kami hanya memberi tahu model apa yang kami inginkan dari sebuah program, lalu AI yang menyusun langkah demi langkah untuk benar-benar menjalankannya.” 

Di sisi lain, gelombang pemutusan hubungan kerja tidak hanya terjadi di Oracle. Data Layoffs.fyi mencatat bahwa 196 perusahaan teknologi telah memangkas lebih dari 119.800 pekerjaan sepanjang tahun ini, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa AI akan mengubah struktur tenaga kerja global secara signifikan.

Tekanan kompetisi di industri cloud juga memperkuat langkah efisiensi Oracle. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan ini menandatangani kesepakatan besar dengan OpenAI dan Meta Platforms untuk memperluas kapasitas pusat data, sebagai upaya mengejar dominasi Amazon Web Services dan Microsoft Azure.

Namun, ekspansi tersebut datang dengan beban finansial besar. Oracle dilaporkan harus membiayai investasi infrastruktur melalui kombinasi kas internal, utang, dan penerbitan saham. Perusahaan juga memperkirakan belanja modal sekitar 70 miliar dolar AS pada tahun fiskal berjalan, yang sebagian besar akan didukung oleh pendanaan eksternal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore