
Ilustrasi logo Meta. (Pixabay).
JawaPos.com - Indonesia memiliki peluang meningkatkan nilai perekonomian hingga USD 32,7 miliar atau sekitar Rp587,65 triliun pada 2035 apabila mampu menghadirkan regulasi digital yang lebih mendukung inovasi. Proyeksi tersebut berasal dari riset yang diinisiasi Meta dan disusun oleh Deloitte Access Economics mengenai dampak kebijakan digital terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dalam laporan bertajuk Innovation-Enabling Regulation for the Digital Economy, disebutkan bahwa kebijakan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dapat memperkuat produktivitas nasional, mempercepat aktivitas perdagangan digital, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Kajian tersebut menyoroti enam aspek utama kebijakan digital, meliputi tata kelola data dan privasi, perdagangan digital lintas negara, persaingan usaha, tata kelola platform digital, e-commerce, hingga tata kelola kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan hasil pemodelan, reformasi di sektor-sektor tersebut berpotensi mendongkrak produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 1,1 persen pada 2035.
Selain itu, kebijakan yang lebih mendukung inovasi diperkirakan mampu menciptakan sekitar 870.000 lapangan kerja baru setara penuh waktu dan meningkatkan upah riil sebesar 1,2 persen.
Riset tersebut menempatkan tata kelola data sebagai faktor yang memberikan kontribusi ekonomi paling besar. Reformasi pada sektor ini diproyeksikan dapat menghasilkan tambahan PDB mencapai USD 17,3 miliar atau sekitar Rp310,898 triliun pada 2035.
Pendekatan tata kelola data yang lebih terbuka terhadap inovasi dinilai mampu mempercepat pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku usaha, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas partisipasi bisnis dalam ekonomi digital. Di sisi lain, perlindungan konsumen dan kepercayaan publik tetap menjadi bagian penting dalam implementasinya.
Laporan itu juga menyoroti perkembangan pesat ekonomi digital Indonesia selama satu dekade terakhir yang didorong oleh meningkatnya penetrasi internet, pertumbuhan ekosistem platform digital, serta semakin luasnya penggunaan teknologi digital oleh masyarakat maupun dunia usaha.
Menurut hasil kajian, penyederhanaan aturan terkait pertukaran data lintas negara yang aman dan harmonisasi regulasi dapat membantu perusahaan menjalankan operasional secara lebih efisien, memangkas biaya, serta membuka akses ke pasar yang lebih luas.
Selain tata kelola data, sejumlah sektor lain juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Reformasi kebijakan pada tata kelola platform digital dan e-commerce diproyeksikan menyumbang tambahan PDB sekitar USD 7,1 miliar atau Rp127,59 triliun pada 2035.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022