Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 23.24 WIB

Konten Lama Bisa Menyesatkan, Komdigi Minta Masyarakat Lebih Kritis

Ilustrasi: Beredar konten video Presiden Jokowi berpidato menggunakan bahasa Mandarin. Kominfo pastikan Hoaks. - Image

Ilustrasi: Beredar konten video Presiden Jokowi berpidato menggunakan bahasa Mandarin. Kominfo pastikan Hoaks.

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengimbau masyarakat agar semakin teliti dalam menyikapi berbagai foto dan video yang beredar di media sosial. Imbauan ini disampaikan karena masih banyak konten lama yang kembali diunggah tanpa mencantumkan informasi waktu yang jelas, sehingga berpotensi menimbulkan salah persepsi di tengah publik.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan bahwa penyebaran ulang konten lama tanpa memberikan konteks yang tepat dapat membuat masyarakat salah memahami suatu peristiwa.

Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu kesalahpahaman sekaligus memperkeruh situasi di ruang digital.

"Masyarakat perlu makin kritis terhadap setiap informasi yang diterima. Jangan langsung mempercayai apalagi menyebarkan foto atau video demonstrasi sebelum memastikan waktu, lokasi, dan sumbernya. Konten lama yang dipublikasikan kembali tanpa penjelasan yang benar dapat membentuk persepsi yang keliru," ujar Dirjen KPM di Jakarta, Minggu (2/8).

Fifi menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh sekaligus menyampaikan informasi sebagaimana telah dijamin dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Meski demikian, hak tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, termasuk memastikan informasi yang dibagikan benar, akurat, dan tidak menyesatkan.

Kemkomdigi turut mengingatkan bahwa informasi yang tidak sesuai dengan fakta dapat memicu keresahan di masyarakat, memperdalam polarisasi, hingga mengganggu ketertiban umum.

Untuk itu, masyarakat dianjurkan melakukan pengecekan sederhana sebelum menyebarluaskan sebuah konten, seperti melihat tanggal publikasi, memastikan kredibilitas sumber informasi, serta membandingkannya dengan pemberitaan dari media yang tepercaya.

"Ruang digital harus menjadi ruang yang sehat. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi penyebaran informasi yang tidak benar justru dapat merugikan masyarakat luas. Karena itu, mari bersama-sama menjaga ruang digital tetap informatif, damai, dan bertanggung jawab," tambahnya.

Kemkomdigi menyatakan akan terus memantau berbagai isu yang berkembang di ruang digital. Upaya tersebut juga dibarengi dengan penguatan kolaborasi bersama kementerian dan lembaga, platform digital, media massa, komunitas pemeriksa fakta, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore