
CEO Nvidia Jensen Huang memperkuat kerja sama dengan OpenAI dalam perlombaan membangun infrastruktur AI global (Al Jazeera)
JawaPos.com - Perlombaan membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) memasuki fase baru setelah Nvidia dilaporkan tengah menyiapkan dukungan pembiayaan senilai USD 250 miliar atau sekitar Rp 4.512 triliun (kurs Rp 18.050 per dolar AS) untuk membantu ambisi infrastruktur OpenAI. Langkah tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan modal, energi, dan pusat data untuk menopang perkembangan AI generatif global.
Rencana itu berkaitan dengan pembangunan pusat data raksasa berkapasitas 10 gigawatt di Piketon, Ohio, Amerika Serikat, yang dikembangkan oleh SB Energy, anak usaha SoftBank. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan biaya lebih dari USD 500 miliar atau sekitar Rp 9.025 triliun, termasuk kebutuhan cip yang akan digunakan di dalam fasilitas tersebut. Tahap awal pusat data itu ditargetkan menghasilkan daya hingga 800 megawatt pada 2028, cukup untuk memasok listrik sekitar 640.000 rumah.
Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (28/7/2026), jaminan Nvidia senilai USD 250 miliar atau sekitar Rp 4.512 triliun tersebut akan membantu OpenAI menyewa fasilitas itu. Namun, nilai tersebut belum mencakup pembelian cip yang diperkirakan mencapai USD 350 miliar atau sekitar Rp 6.318 triliun. Nvidia yang dipimpin Jensen Huang juga disebut tengah membahas kemungkinan pendanaan untuk kebutuhan cip tersebut.
Proyek Ohio menjadi simbol perubahan strategi OpenAI, yang selama ini banyak menyewa kapasitas komputasi dari perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Amazon, dan Oracle. Jika terealisasi, fasilitas tersebut akan menjadi bagian dari kemitraan publik-swasta setelah Departemen Energi AS mengizinkan SoftBank membangun salah satu pusat data AI terbesar di dunia di lahan sewaan pemerintah. Ohio sendiri memiliki 166 pusat data yang beroperasi dan 57 lainnya dalam tahap perencanaan, menjadikannya negara bagian dengan jumlah fasilitas terbanyak keempat di AS setelah Virginia, Texas, dan California.
Namun, besarnya investasi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan model bisnis industri AI. Analis mempertanyakan kemampuan OpenAI membiayai ekspansi infrastruktur ketika perusahaan tersebut masih belum menghasilkan keuntungan, sementara mitra penyedia pusat data, cip, dan daya komputasi disebut memiliki utang hingga USD 96 miliar atau sekitar Rp1.733 triliun.
Aleksandar Tomic, wakil dekan di Boston College, menilai model pendanaan seperti ini dapat membuat batas antara kebutuhan bisnis yang sebenarnya dan dukungan finansial antarperusahaan menjadi semakin sulit dibedakan.
"Yang terjadi saat ini dengan OpenAI dan perusahaan lainnya adalah mereka membutuhkan komputasi, tetapi tampaknya mereka belum memiliki pendapatan atau kemampuan finansial untuk melakukan belanja modal yang diperlukan guna mendukung aktivitas mereka," kata Tomic kepada Al Jazeera.
Tomic juga memperingatkan adanya kemiripan dengan praktik pendanaan pada era gelembung dot-com tahun 1999.
"Perusahaan-perusahaan akan melakukan kesepakatan pendanaan sirkular, ketika mereka pada dasarnya membeli satu sama lain dan membuatnya terlihat seolah-olah ada permintaan yang lebih besar terhadap layanan mereka daripada yang sebenarnya terjadi. Pada titik tertentu, uang akan habis," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022