
Ilustrasi Gen Z (Freepik)
JawaPos.com - Psikolog mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan generasi Z (Gen Z), agar tidak menjadikan kecerdasan buatan (AI) sebagai pengganti konselor atau tenaga profesional kesehatan mental.
Meski chatbot AI mampu memberikan respons layaknya teman berbicara, teknologi tersebut tidak memiliki kapasitas untuk memberikan diagnosis maupun pendampingan psikologis yang akurat.
Peringatan itu disampaikan psikolog sosial sekaligus konselor Helpine.id, Syurawasti Muhiddin, di tengah meningkatnya fenomena anak muda yang menjadikan AI sebagai tempat curhat.
Riset Yayasan Digital Resilience Indonesia (DiRI) mencatat sebanyak 59,4 persen Gen Z di Indonesia pernah mencurahkan persoalan pribadinya kepada chatbot AI.
“Fenomena ini memunculkan berbagai kekhawatiran terkait privasi, apakah AI akan menggantikan peran manusia atau AI justru dapat memperparah krisis?” jelas Syura di Jakarta, dikutip Sabtu (18/7).
Menurut dia, pendekatan yang paling ideal adalah membangun kerja sama antara konselor manusia dengan AI.
"AI dapat menjadi alat bantu, tapi jika seseorang membutuhkan diagnosis medis atau psikologis yang akurat, AI tidak memiliki kapasitas untuk menyediakannya," lanjut Syura.
Senada dengan itu, peneliti Center for Studies on Inclusive Education (CSIE) Sekolah Tumbuh, Ria Putri Palupijati, mengingatkan agar AI hanya diposisikan sebagai alat pendukung, bukan pengganti manusia.
“Kehadiran berbagai media eksternal seperti AI, tanpa disadari sering kali membuat kita terdistraksi dan kehilangan jati diri. Kita harus senantiasa menyadari bahwa AI hanyalah entitas atau alat yang berada di luar diri kita. Media seharusnya hanya diposisikan sebatas sistem pendukung, bukan pengganti otentisitas kita sebagai individu yang utuh,” jelas Ria.
Temuan DiRI menunjukkan AI kini mulai dimanfaatkan sebagai ruang alternatif untuk berbagi persoalan pribadi.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
