
Logo xAI Grok AI. (Doc.Jaap Arriens/NurPhoto)
JawaPos.com - Platform media sosial X mulai mengambil langkah lebih agresif untuk memberantas penyalahgunaan program monetisasi kreator. Perusahaan kini memanfaatkan kemampuan terbaru kecerdasan buatan (AI) Grok untuk mendeteksi konten hasil salinan maupun praktik pencarian interaksi secara tidak wajar yang selama ini kerap dimanfaatkan demi meraup pendapatan.
Seperti dilansir dari TechCrunch, langkah tersebut diambil karena praktik mengunggah ulang konten viral tanpa izin masih marak terjadi. Konten milik kreator lain kerap disalin lalu dipublikasikan kembali demi memperoleh tayangan, pengikut, hingga pendapatan dari program bagi hasil.
Fenomena serupa juga sebelumnya dihadapi platform lain seperti Instagram, Facebook, dan Reddit yang telah lebih dulu mengembangkan teknologi untuk mengenali unggahan hasil repost tanpa atribusi.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, X juga telah memperbarui fitur pembuatan konten di dalam aplikasinya. Perusahaan menghadirkan editor serta perekam video yang lebih lengkap agar kreator terdorong memproduksi konten langsung melalui platform, bukan mengunggah ulang karya milik orang lain.
Head of Product X, Nikita Bier mengungkapkan bahwa model AI Grok versi terbaru kini mampu mengidentifikasi konten duplikat hingga tiga kali lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Tak hanya mendeteksi unggahan yang identik, sistem tersebut juga dapat mengenali berbagai upaya untuk menyamarkan konten curian, seperti menambahkan watermark, intro video, maupun proses penyuntingan lainnya. Jika pelanggaran semacam itu ditemukan, pendapatan monetisasi dari tayangan konten tersebut akan dialihkan kepada kreator asli.
Kebijakan yang sama juga berlaku terhadap unggahan teks yang sekadar menyalin postingan viral milik pengguna lain. Menurut Bier, salah satu contoh yang paling sering ditemukan adalah kalimat, "Twitter seperti bagian merokok di internet," yang masih banyak disalin meski platform tersebut telah berganti nama menjadi X.
Dalam siklus penindakan terbaru, Bier menyebut X berhasil menemukan sekitar 1,5 juta unggahan hasil pencurian konten. Meski tidak menjelaskan rentang waktu penindakan tersebut, ia mengatakan kebijakan baru itu memungkinkan lebih dari USD 1 juta pembayaran dikembalikan kepada pemilik asli konten.
Selain memerangi pencurian konten, X juga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas bot yang dinilai memperburuk penyalahgunaan platform. Pada April lalu, Bier mengungkapkan bahwa sistem X mampu mendeteksi sekaligus menangguhkan sekitar 208 bot setiap menit, dan jumlah tersebut terus meningkat.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
