Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 02.25 WIB

SpaceX Kerahkan Insinyur Starlink dan Starship untuk Percepat Grok, Musk Perkuat Taruhan Besar di AI

Elon Musk, CEO SpaceX, mengumumkan pengerahan insinyur terbaik Starlink dan Starship untuk mempercepat pengembangan AI Grok (Business Insider) - Image

Elon Musk, CEO SpaceX, mengumumkan pengerahan insinyur terbaik Starlink dan Starship untuk mempercepat pengembangan AI Grok (Business Insider)

JawaPos.com - Elon Musk semakin mengonsolidasikan sumber daya SpaceX untuk mempercepat pengembangan kecerdasan buatan (AI). Langkah terbaru ini menandai pergeseran strategi perusahaan antariksa tersebut yang kini memadukan kekuatan rekayasa roket, satelit, dan AI dalam satu ekosistem teknologi.

Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa SpaceX tidak lagi hanya berfokus pada peluncuran roket maupun layanan internet satelit Starlink, tetapi juga menjadikan AI sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan bisnis jangka panjang. Strategi itu sekaligus mencerminkan semakin ketatnya persaingan dengan OpenAI, Anthropic, dan Google dalam pengembangan model AI generatif.

Dilansir dari Business Insider, Selasa (30/6/2026), Musk mengatakan SpaceX telah mengerahkan "beberapa lusin" insinyur terbaik dari program Starlink dan Starship untuk membantu membangun ulang model AI Grok.

Dalam unggahannya di X, Musk menyatakan, "Kecepatan peningkatan model dan sistem pengujian SpaceXAI meningkat sangat pesat, terutama berkat beberapa lusin insinyur terbaik Starlink dan Starship yang kini mengalihkan sebagian besar waktu mereka ke AI."

Musk juga mengungkapkan bahwa para insinyur dari Cursor, perusahaan rintisan AI untuk pemrograman yang bulan ini disepakati akan diakuisisi SpaceX senilai USD 60 miliar atau sekitar Rp1.074 triliun (kurs Rp17.900 per dolar AS), ikut terlibat dalam pengembangan model fondasi baru. Menurutnya, model tersebut sebagian dilatih menggunakan data pelatihan milik Cursor.

Lebih lanjut, Musk menyebut Grok 4.5 kini telah memasuki tahap private beta di Tesla dan SpaceX. Dia juga menegaskan bahwa SpaceX akan merilis model AI baru yang "dilatih dari nol" setiap bulan sepanjang tahun ini, sebagai upaya mempercepat peningkatan kemampuan Grok.

Dorongan besar tersebut muncul setelah xAI, perusahaan AI yang didirikan Musk pada 2023, menghadapi berbagai tantangan. Grok dinilai masih tertinggal dari model buatan OpenAI maupun Anthropic, terutama dalam kemampuan pemrograman. Pada Maret lalu, Musk bahkan mengakui bahwa xAI sedang "dibangun kembali dari fondasinya." Awal tahun ini, restrukturisasi besar juga membuat seluruh 11 pendiri awal perusahaan akhirnya meninggalkan xAI.

Perubahan strategi semakin menguat setelah SpaceX menggabungkan xAI ke dalam perusahaan pada Februari lalu. Tak lama berselang, SpaceX mengonfirmasi akuisisi Cursor setelah perusahaan tersebut mencatat IPO senilai USD 85 miliar atau sekitar Rp1.521,5 triliun. Kerja sama itu memberi Cursor akses ke superkomputer SpaceX sebagai imbalan atas dukungannya dalam melatih Grok.

Bagi SpaceX, pengerahan insinyur Starlink dan Starship merupakan sinyal bahwa AI kini menjadi prioritas strategis perusahaan. Musk sebelumnya menyatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk membangun jaringan hingga satu juta pusat data orbital berbasis teknologi Starlink yang akan diangkut Starship guna melatih serta menjalankan model AI yang semakin canggih.

Dokumen kepada investor menunjukkan skala ambisi SpaceX yang kian meluas, dengan estimasi total pasar yang dapat digarap mencapai USD 28,5 triliun, di mana sekitar USD 26,5 triliun berasal dari sektor kecerdasan buatan. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore