
Ilustrasi skuad Manchester United. (@ManUtd/X)
JawaPos.com–Kontroversi muncul di media sosial setelah teknologi kecerdasan buatan (AI) Grok yang digunakan di platform X memicu kritik dari berbagai pihak di Inggris. Beberapa klub Liga Inggris mengajukan protes setelah AI tersebut menghasilkan unggahan yang dianggap menyinggung tragedi kelam dalam sejarah sepak bola.
Dua klub besar, yakni Liverpool FC dan Manchester United, diketahui telah melayangkan keluhan resmi kepada platform X. Mereka menilai sejumlah konten yang dihasilkan Grok tidak pantas karena menyangkut peristiwa tragis yang masih sensitif bagi banyak orang.
Unggahan yang menjadi sorotan itu berkaitan dengan beberapa tragedi besar seperti Hillsborough disaster pada 1989, Heysel Stadium disaster pada 1985, serta Munich air disaster pada 1958. Selain itu, konten tersebut juga menyinggung wafatnya mantan penyerang Liverpool Diogo Jota.
Baca Juga:Timnas Irak Tolak Perjalanan Darat 25 Jam, Minta FIFA Tunda Laga Playoff Piala Dunia di Meksiko
Posting-an tersebut muncul setelah beberapa pengguna di platform X meminta Grok membuat konten bernada ejekan atau roast terhadap klub sepak bola tertentu. Dalam permintaan itu, pengguna bahkan secara eksplisit meminta AI untuk tidak menahan diri dalam membuat komentar yang kasar.
Permintaan tersebut kemudian diproses Grok dan menghasilkan sejumlah postingan yang dianggap tidak pantas oleh banyak pihak. Setelah menuai kritik, sebagian unggahan tersebut dilaporkan telah dihapus dari platform.
Pemerintah Inggris melalui Departemen Sains Inovasi dan Teknologi turut menanggapi kasus ini. Dalam pernyataannya, pemerintah menyebut konten yang dihasilkan AI tersebut sebagai sesuatu yang menjijikkan dan tidak bertanggung jawab.
Menurut pemerintah, konten seperti itu tidak mencerminkan nilai dan norma publik di Inggris. Mereka juga menegaskan bahwa layanan berbasis kecerdasan buatan tetap harus mematuhi aturan dalam Online Safety Act yang mengatur keamanan pengguna di ruang digital.
Undang-undang tersebut mengharuskan perusahaan teknologi untuk mencegah penyebaran konten ilegal, termasuk ujaran kebencian atau materi yang bersifat menghina. Platform juga diwajibkan mengambil tindakan cepat jika menemukan konten yang melanggar aturan.
Sementara itu, platform X yang dimiliki Elon Musk disebut tengah meninjau kasus tersebut. Beberapa konten telah dihapus, meskipun dilaporkan masih ada postingan serupa yang beredar.
Baca Juga:Kerja Keras Buahkan Hasil, Pervis Estupinan Jadi Pahlawan Kemenangan AC Milan Lawan Inter Milan
Menanggapi kritik dari pengguna, Grok sempat memberikan penjelasan melalui balasan di platform X. AI tersebut menyebut bahwa unggahan yang dihasilkan merupakan respons terhadap permintaan langsung dari pengguna.
Dalam salah satu tanggapan, Grok menjelaskan bahwa sistemnya mengikuti instruksi yang diberikan tanpa melakukan penyensoran tambahan. Namun setelah adanya keluhan, sebagian konten tersebut akhirnya ditarik dari platform.
Kritik juga datang dari anggota parlemen Inggris Ian Byrne yang pernah berada di Stadion Hillsborough saat tragedi 1989 terjadi. Dia mengaku sangat terkejut melihat konten yang dihasilkan AI tersebut.
