
Codex Micro. (Dok. Open AI)
JawaPos.com - OpenAI resmi menghadirkan perangkat keras pertamanya yang ditujukan bagi para pengguna layanan AI untuk pemrograman. Bukan perangkat yang dikembangkan bersama mantan desainer Apple Jony Ive seperti yang banyak diperkirakan, melainkan sebuah keypad khusus bernama Codex Micro.
Perangkat ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan produsen keyboard Work Louder dan dirancang khusus untuk mengontrol berbagai fitur pada Codex, platform coding berbasis AI milik OpenAI. Codex Micro kini sudah dapat dipesan dengan harga USD 230 atau sekitar Rp4,16 juta.
Jika melihat desainnya, Codex Micro memiliki kemiripan dengan Creator Micro 2 maupun Framer Micro, dua keypad yang sebelumnya juga diproduksi Work Louder. Perangkat ini dibekali enam tombol buram dengan lampu LED yang berfungsi menampilkan status agen AI di Codex.
Selain itu, tersedia tombol-tombol tambahan yang dapat diprogram sesuai kebutuhan pengguna, seperti menerima atau menolak hasil kode, membuat percabangan thread, hingga mengaktifkan input suara.
Codex Micro juga dilengkapi knob putar untuk mengatur tingkat penalaran (reasoning level) yang digunakan Codex serta joystick untuk berpindah antarworkflow. Seluruh tombol pada perangkat ini dapat dikustomisasi, bahkan Work Louder turut menyertakan keycap tambahan agar pengguna dapat mengatur fungsi tombol sesuai preferensi masing-masing.
Peluncuran perangkat ini menyusul pembaruan besar pada aplikasi Codex. OpenAI baru-baru ini mengubah Codex menjadi sebuah "super app" yang menggabungkan fungsi ChatGPT, Codex, serta fitur agen AI baru bernama ChatGPT Work yang berfokus pada peningkatan produktivitas.
Meski seluruh fitur tersebut tetap dapat digunakan tanpa perangkat tambahan, kehadiran Codex Micro diklaim akan mempermudah navigasi dan pengoperasian bagi pengguna yang aktif memanfaatkan layanan tersebut.
Di sisi lain, Codex Micro menjadi proyek perangkat keras OpenAI yang meluncur tanpa banyak hambatan. Berbeda dengan perangkat speaker pintar yang tengah dikembangkan perusahaan bersama Jony Ive, proyek tersebut masih dibayangi gugatan dari Apple.
Apple menuduh dua mantan karyawannya yang kini bergabung dengan OpenAI, Tang Yew Tan dan Chang Liu, membawa rahasia dagang perusahaan saat pindah ke OpenAI.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
