
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (Dok/Komdigi)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengajak generasi muda mengambil peran aktif dalam membangun demokrasi yang lebih adaptif atau dynamic democracy agar mampu menghadapi berbagai tantangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurut Nezar, perjalanan Reformasi yang telah memasuki usia 28 tahun membawa Indonesia pada tantangan yang berbeda dibandingkan masa awal reformasi. Kini, menjaga kebebasan saja tidak lagi cukup.
Demokrasi juga dituntut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menghadapi penyebaran disinformasi, sekaligus beradaptasi dengan perubahan teknologi.
“Hari-hari ini teknologi itu memberikan banyak hal kepada kita yang memperluas demokrasi, tapi juga dia bisa memperlebar konflik,” jelasnya di Jakarta, dikutip Senin (13/7).
Ia menilai kemajuan teknologi telah menghadirkan berbagai platform media sosial yang membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berinteraksi, menyampaikan aspirasi, hingga berpartisipasi dalam kehidupan publik.
Di sisi lain, Nezar mengingatkan bahwa media sosial juga membawa konsekuensi yang tidak bisa diabaikan. Mekanisme algoritma pada platform digital dinilai dapat memicu polarisasi dan memperbesar potensi konflik di tengah masyarakat.
“Kita melihat media sosial punya potensi untuk membuat polarisasi, disinformasi, mempertajam politik identitas, dan menjadi echo chamber di mana sebetulnya apa yang kita teriakkan itu bergema kembali memantul ke kita sendiri karena algoritma memang membuatnya demikian,” lanjutnya.
Menurutnya, tantangan tersebut semakin kompleks dengan munculnya fenomena post-truth, ketika opini dan emosi lebih mudah memengaruhi publik dibandingkan kebenaran informasi itu sendiri.
“Informasi yang muncul di media sosial itu tidak penting benar atau salah, tapi Anda suka atau tidak suka, Anda punya sentimen atau tidak. Jadi, yang digerakkan adalah sentimen bukan fakta,” imbuhnya.
Meski demikian, Nezar tetap optimistis masa depan demokrasi Indonesia akan terus berkembang. Optimisme itu didasarkan pada komposisi penduduk Indonesia yang didominasi kelompok usia produktif, yaitu generasi yang tumbuh dalam suasana demokrasi dan telah merasakan kebebasan berpendapat.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
