
Ilustrasi internet cepat menjadi kebutuhan mendasar saat ini. (Fort Collins Connexion).
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan, rata-rata kecepatan internet di Indonesia mencapai 100 Mbps dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Sasaran tersebut akan diwujudkan melalui penguatan infrastruktur digital, peningkatan investasi di sektor telekomunikasi, serta perluasan layanan internet ke berbagai daerah, termasuk wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan akses internet yang cepat dan berkualitas kini telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan konektivitas digital dapat dinikmati secara merata di seluruh Indonesia sekaligus menjadi penggerak ekonomi digital nasional.
"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," ujar Wamen Nezar saat berdialog dengan jajaran pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatera Utara, Sabtu (4/7).
Menurut Nezar, peningkatan kualitas jaringan internet merupakan bagian dari visi Kemkomdigi yang mengusung konsep "Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga". Melalui konektivitas yang semakin baik, pemerintah berharap aktivitas ekonomi digital berkembang lebih pesat, produktivitas masyarakat meningkat, serta layanan publik berbasis digital semakin mudah diakses.
Untuk merealisasikan target tersebut, Kemkomdigi terus mendorong operator telekomunikasi menambah investasi jaringan. Penguatan infrastruktur dilakukan melalui pembangunan serat optik, pengembangan layanan fixed broadband, hingga pemanfaatan teknologi satelit guna menjangkau daerah yang belum memiliki layanan internet yang memadai.
"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," jelasnya.
Nezar mengakui pemerataan konektivitas internet masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan pemerintah. Meskipun pembangunan infrastruktur terus berjalan, sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami keterbatasan akses jaringan, bahkan termasuk beberapa daerah di Pulau Jawa.
"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah wilayah yang masih mengalami blank spot," tandasnya.
Ia menambahkan, pemerintah kini menerapkan strategi yang menggabungkan berbagai teknologi untuk memperluas jangkauan internet nasional. Selain melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal, pemerintah juga mengombinasikan jaringan serat optik, layanan broadband tetap, serta konektivitas berbasis satelit agar kualitas layanan semakin andal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
