
Ilustrasi chip konvensional.
JawaPos.com - Tiongkok terus memperkuat ambisinya di bidang kecerdasan buatan (AI) dengan mendirikan laboratorium tingkat atas yang didedikasikan untuk pengembangan komputasi fotonik di Shanghai.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan daya komputasi AI serta pembatasan akses terhadap semikonduktor canggih akibat kebijakan kontrol ekspor Amerika Serikat.
Laboratorium bernama Laboratorium Utama Shanghai untuk Chip dan Sistem Komputasi Fotonik Terintegrasi tersebut resmi diluncurkan pada Rabu (17/6).
Seperti dilansir dari South China Morning Post (SCMP), menurut laporan media lokal Jiefang Daily, fasilitas ini menjadi platform industri-akademik pertama di Tiongkok yang secara khusus berfokus pada riset dan pengembangan komputasi fotonik.
Direktur laboratorium sekaligus Profesor Fotonik Universitas Shanghai Jiao Tong, Zou Weiwen, menyebut komputasi fotonik atau komputasi optik sebagai salah satu jalur strategis untuk menghasilkan lompatan besar dalam kemampuan komputasi masa depan.
“Komputasi fotonik merupakan jalur penting untuk mencapai terobosan dalam daya komputasi karena menawarkan keunggulan dalam bandwidth, latensi, dan efisiensi energi,” ujarnya.
Berbeda dengan semikonduktor konvensional yang mengandalkan elektron untuk memproses dan mengirim data melalui sirkuit silikon, chip fotonik menggunakan partikel cahaya atau foton.
Teknologi ini dinilai mampu menghadirkan kecepatan pemrosesan yang lebih tinggi dengan konsumsi energi yang jauh lebih rendah.
Karena foton bergerak lebih cepat dibandingkan elektron dan menghasilkan panas yang lebih sedikit, chip fotonik berpotensi menjadi solusi bagi pusat data dan infrastruktur AI yang membutuhkan daya besar untuk melatih serta menjalankan model-model kecerdasan buatan generatif.
Laboratorium yang berbasis di Universitas Shanghai Jiao Tong tersebut akan berfokus pada berbagai bidang penelitian, mulai dari arsitektur chip fotonik, integrasi silikon-fotonik, pengembangan komponen optik, hingga algoritma dan aplikasi komersial yang diperlukan agar teknologi ini dapat diterapkan secara luas.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
