
ILUSTRASI. Satu kendaraan taktis (rantis) disiagakan di pusat perbelanjaan di LTC Glodok, Jakarta.
JawaPos.com - Upaya Indonesia untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan kembali mendapat dorongan melalui kerja sama antara PT Republik Motor Internasional (RMI), anak usaha Republikorp, dan perusahaan kendaraan militer asal Prancis, Arquus, yang berada di bawah naungan John Cockerill Group. Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam pameran pertahanan internasional Eurosatory 2026 yang berlangsung di Paris.
Dokumen kerja sama diteken langsung oleh Presiden Arquus Thierry Renaudin dan Chairman Republikorp Group Holding Norman Joesoef. Kemitraan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional melalui pengembangan produksi kendaraan taktis di Indonesia, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta alih pengetahuan dan teknologi.
Kesepakatan tersebut menjadi pijakan bagi pengembangan kapasitas manufaktur kendaraan taktis di dalam negeri guna memenuhi kebutuhan operasional pertahanan Indonesia. Dengan karakteristik geografis sebagai negara kepulauan yang luas, Indonesia memerlukan kendaraan mobilitas darat yang mampu mendukung berbagai operasi militer, pengamanan wilayah, hingga misi pertahanan dan keamanan lainnya.
Kolaborasi ini juga memanfaatkan pengalaman Arquus yang selama ini telah terlibat dalam penyediaan kendaraan militer bagi Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak berupaya meningkatkan tingkat produksi lokal, memperkuat kemampuan industri nasional, serta membangun rantai pasok pertahanan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kemandirian industri pertahanan tidak dibangun melalui produk semata, tetapi melalui penguasaan pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan semakin banyak kemampuan yang dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia,” ujar Norman Joesoef, Chairman Republikorp Group Holding, dikutip Rabu (17/6).
Selain mendukung peningkatan kapasitas manufaktur nasional, kemitraan ini juga ditujukan untuk memperkuat kemampuan pemeliharaan, perawatan, dan dukungan operasional kendaraan selama masa pakainya di Indonesia. Aspek tersebut dinilai penting untuk menjaga kesiapan alutsista dan menjamin keberlangsungan operasional pertahanan dalam jangka panjang.
Bagi Indonesia, kerja sama dengan Prancis di bidang kendaraan pertahanan menjadi bagian dari strategi membangun industri pertahanan yang semakin modern, mandiri, dan kompetitif di tingkat global.
Kehadiran kemampuan produksi kendaraan taktis di dalam negeri tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja berkualitas, serta memperkuat penguasaan teknologi dalam negeri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022