
Xbox Game. (Engadget)
JawaPos.com - Divisi game Microsoft kembali menghadapi gejolak di tengah kabar mengenai rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar. Di saat yang sama, Xbox Game Studios juga disebut akan kehilangan salah satu petinggi utamanya.
Seperti dilansir dari Engadget, berdasarkan laporan The Game Business yang mengutip memo internal perusahaan, Kepala Xbox Game Studios, Craig Duncan, akan meninggalkan jabatannya pada pekan ini. Kepergiannya membuat Xbox Game Studios harus mencari pemimpin baru untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu sekitar dua tahun.
Craig Duncan mulai memimpin Xbox Game Studios pada Oktober 2024. Selama masa kepemimpinannya, sejumlah studio besar di bawah naungan Xbox berada dalam koordinasinya, termasuk Halo Studios, The Coalition, Playground Games, Rare, Obsidian Entertainment, Ninja Theory, dan Double Fine.
Setelah Duncan hengkang, tim Xbox Game Studios akan melapor langsung kepada Kepala Xbox Content & Studios, Matt Booty, hingga perusahaan menunjuk pengganti resmi. Selain itu, Louise O'Connor yang baru menjabat sebagai Kepala Staf Xbox Game Studios tahun lalu juga dikabarkan akan meninggalkan posisinya.
Kepergian dua petinggi tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Matt Booty dan CEO Xbox Asha Sharma mengirim memo kepada karyawan yang menyoroti kondisi bisnis perusahaan. Dalam memo tersebut, keduanya membahas perlunya penyesuaian strategi setelah penurunan pendapatan yang dialami bisnis Xbox.
Memo itu juga menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi industri game saat ini, mulai dari meningkatnya biaya komponen perangkat keras hingga persaingan yang semakin ketat dengan berbagai bentuk hiburan digital lainnya dalam memperebutkan perhatian pengguna.
Selain itu, manajemen Xbox mengakui bahwa perusahaan telah melakukan investasi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir, terutama melalui akuisisi sejumlah studio game.
Menurut memo tersebut, Xbox dinilai "terlalu banyak berinvestasi" setelah mengakuisisi banyak studio dalam satu dekade terakhir. Para eksekutif juga mengakui bahwa perusahaan "belum cukup mendanai mereka untuk bersaing dan menang."
Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan laporan Bloomberg yang menyebut Microsoft tengah mempersiapkan gelombang PHK baru di divisi game. Langkah itu diperkirakan akan dilakukan setelah tahun fiskal Microsoft berakhir pada 30 Juni mendatang.
Sebelumnya, Microsoft telah memangkas sekitar 1.900 karyawan di divisi game pada awal 2024. Kemudian pada Juli 2025, perusahaan mengumumkan pengurangan sekitar 9.000 posisi kerja di berbagai unit bisnisnya. Sejumlah PHK tersebut berdampak langsung pada Xbox, termasuk pembatalan beberapa proyek game dan penutupan salah satu studio pengembang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022