Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 17.23 WIB

Wajib Tahu, Ini Kesalahan Terbesar Ortu saat Membelikan Laptop untuk Kebutuhan Belajar Anaknya

Ilustrasi berbagai laptop yang tersedia di pasar. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Banyak orang tua masih membeli laptop untuk anak berdasarkan jenjang pendidikan, seperti SD, SMP, SMA, atau kuliah.

Padahal, menurut tech reviewer dari Jagat Review, Dedy Irvan, cara tersebut justru menjadi kesalahan terbesar yang sering berujung pada pemborosan atau bahkan membuat orang tua harus membeli laptop dua kali.

Menurut Dedy, kebutuhan laptop tidak ditentukan oleh usia maupun tingkat pendidikan, melainkan oleh aplikasi dan pekerjaan yang dijalankan di perangkat tersebut.

"Kesalahan paling besar itu adalah menentukan kebutuhan berdasarkan jenjang sekolah. Karena menentukan kebutuhan itu tergantung aplikasi apa yang dipakai dan se-intense apa penggunaannya," kata Dedy kepada JawaPos.com.

Pernyataan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa siswa SD misalnya, selalu membutuhkan laptop murah, sementara mahasiswa pasti memerlukan laptop mahal. Padahal kondisinya bisa sangat bergantung pada kebutuhannya.

Laptop untuk Anak SD Bisa Lebih Mahal dari Mahasiswa

Dedy menjelaskan, dalam praktiknya kebutuhan komputasi tidak selalu sejalan dengan usia pengguna. Seorang mahasiswa jurusan manajemen misalnya, bisa saja hanya membutuhkan laptop untuk mengolah data, membuat tabel, presentasi, dan menjalankan aplikasi perkantoran.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore