Ilustrasi berbagai laptop yang tersedia di pasar. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Banyak orang tua masih membeli laptop untuk anak berdasarkan jenjang pendidikan, seperti SD, SMP, SMA, atau kuliah.
Padahal, menurut tech reviewer dari Jagat Review, Dedy Irvan, cara tersebut justru menjadi kesalahan terbesar yang sering berujung pada pemborosan atau bahkan membuat orang tua harus membeli laptop dua kali.
Menurut Dedy, kebutuhan laptop tidak ditentukan oleh usia maupun tingkat pendidikan, melainkan oleh aplikasi dan pekerjaan yang dijalankan di perangkat tersebut.
"Kesalahan paling besar itu adalah menentukan kebutuhan berdasarkan jenjang sekolah. Karena menentukan kebutuhan itu tergantung aplikasi apa yang dipakai dan se-intense apa penggunaannya," kata Dedy kepada JawaPos.com.
Pernyataan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa siswa SD misalnya, selalu membutuhkan laptop murah, sementara mahasiswa pasti memerlukan laptop mahal. Padahal kondisinya bisa sangat bergantung pada kebutuhannya.
Dedy menjelaskan, dalam praktiknya kebutuhan komputasi tidak selalu sejalan dengan usia pengguna. Seorang mahasiswa jurusan manajemen misalnya, bisa saja hanya membutuhkan laptop untuk mengolah data, membuat tabel, presentasi, dan menjalankan aplikasi perkantoran.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
