Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juni 2026 | 05.54 WIB

Jeff Bezos Buka Peta Jalan Prometheus Setelah Raih Pendanaan USD 12 Miliar: Kami Tak Beroperasi Diam-Diam

Jeff Bezos menyebut Prometheus tidak beroperasi diam-diam usai meraih pendanaan USD 12 miliar (CNBC) - Image

Jeff Bezos menyebut Prometheus tidak beroperasi diam-diam usai meraih pendanaan USD 12 miliar (CNBC)

JawaPos.com - Jeff Bezos untuk pertama kalinya mengungkap arah pengembangan Prometheus, perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) yang dipimpinnya bersama Vik Bajaj. Startup yang baru berdiri pada November 2025 itu baru saja meraih pendanaan USD 12 miliar, sehingga valuasinya melonjak menjadi USD 41 miliar dan menjadi salah satu pemain baru paling diperhitungkan dalam persaingan AI global.

Dilansir dari CNBC, Jumat (12/6/2026), Bezos membantah spekulasi bahwa Prometheus tengah mengembangkan robot atau sengaja menyembunyikan aktivitasnya dari publik.

"Kami tidak sedang bersikap tertutup. Kami hanya fokus bekerja. Namun, ketika Anda menghimpun dana sebesar ini, orang-orang tentu jadi penasaran," katanya. Menurut Bezos, tujuan utama Prometheus adalah membangun AI untuk penemuan dan rekayasa dunia fisik.

Lebih lanjut, Bezos menjelaskan bahwa perusahaannya sedang mengembangkan seperangkat alat AI yang dapat membantu insinyur merancang dan memproduksi berbagai produk fisik dengan lebih cepat dan efisien. Meski demikian, dia menilai masih terlalu dini untuk mengungkap capaian teknologinya.

"Masih terlalu awal untuk menjelaskan apa yang telah kami capai sejauh ini, tetapi hasilnya benar-benar luar biasa," ujarnya.

Berbeda dari banyak perusahaan AI yang berfokus pada chatbot dan layanan digital, Prometheus membidik sektor teknik, manufaktur, hingga desain obat. Bersama Bajaj, mantan pendiri Verily milik Alphabet, Bezos ingin menciptakan AI yang mampu membantu proses penemuan dan pengembangan produk industri dalam skala besar.

Untuk mewujudkan pendekatan yang bersifat intensif secara teknis tersebut, kebutuhan infrastruktur komputasi menjadi faktor krusial yang tidak dapat dihindari. Pendanaan jumbo yang baru diraih, menurut Bezos, sebagian besar memang dialokasikan untuk memperkuat kapasitas tersebut.

"Itu merupakan bagian besar dari dana yang kami himpun. Apa yang kami kerjakan sangat intensif dari sisi komputasi dan kami perlu menciptakan data tersebut," katanya.

Tak hanya itu, Bajaj menambahkan bahwa Prometheus memanfaatkan berbagai sumber komputasi dan data untuk mendukung pengembangan model AI mereka, termasuk kombinasi infrastruktur internal dan kolaborasi eksternal industri.

Selain menjelaskan arah bisnis Prometheus, Bezos juga menyoroti dampak AI terhadap ekonomi dan tenaga kerja. Dia menilai teknologi ini tidak akan menghapus pekerjaan secara massal, melainkan meningkatkan produktivitas.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore