
Kaspersky mengungkap tren baru serangan phishing QR code. (Kaspersky)
JawaPos.com - Ancaman keamanan siber terus berkembang dengan berbagai modus baru yang semakin sulit dideteksi. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah meningkatnya serangan phishing menggunakan QR code atau kode QR.
Peneliti keamanan siber dari Kaspersky mengungkapkan bahwa pada paruh kedua tahun 2025 terjadi lonjakan hingga lima kali lipat dalam serangan phishing berbasis QR code dibandingkan periode sebelumnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, pelaku kini menggunakan teknik baru dengan membuat kode QR menggunakan karakter teks atau ASCII art, bukan dalam bentuk gambar seperti yang umum digunakan selama ini.
Metode tersebut memungkinkan kode QR berbahaya lolos dari berbagai sistem keamanan email yang mengandalkan pemindaian gambar maupun deteksi tautan.
Teknik ASCII sendiri sebenarnya bukan hal baru dalam dunia komputasi. Pada era komputer generasi awal, keterbatasan teknologi grafis membuat gambar ditampilkan menggunakan kombinasi karakter teks dari standar ASCII (American Standard Code for Information Interchange) yang diperkenalkan pada 1963. Teknik ini kemudian dikenal sebagai ASCII art.
Menurut Kaspersky, para pelaku kejahatan siber pernah memanfaatkan teknik serupa pada awal tahun 2000-an untuk menghindari sistem penyaring spam.
Kini, metode tersebut kembali digunakan untuk menyembunyikan kode QR yang mengarahkan korban ke situs phishing.
Dalam skenario serangan yang ditemukan, korban menerima email yang tampak berasal dari mitra bisnis terpercaya. Email tersebut biasanya menginformasikan adanya dokumen rahasia yang harus ditandatangani melalui layanan tanda tangan digital seperti DocuSign.
Korban kemudian diminta memindai kode QR yang disusun menggunakan karakter teks. Setelah dipindai, kode tersebut mengarahkan pengguna ke situs web palsu yang menyerupai halaman resmi dan meminta korban memasukkan kredensial perusahaan atau data login.
Karena kode QR tersebut tidak berbentuk gambar, banyak sistem keamanan email gagal mengenali adanya tautan berbahaya maupun aktivitas mencurigakan di dalam pesan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
