
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mempersiapkan tata kelola kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang lebih adaptif agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan inovasi digital tetap berkembang tanpa mengabaikan keamanan publik dan perlindungan ruang digital nasional.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan regulasi AI tidak dapat dibuat secara tergesa-gesa atau bersifat reaktif terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah.
“Karena teknologi berkembang begitu cepat, kita tidak boleh latah dan tidak boleh juga teknologi itu diatur secara reaksioner. Teknologi masih terus mencari bentuk ketika diadopsi di sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga layanan keuangan,” ujar Wamen Nezar di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikutip Minggu (24/5).
Menurut Nezar, pemerintah menggunakan pendekatan horizontal dalam merumuskan regulasi AI dengan menyiapkan prinsip-prinsip dasar terlebih dahulu sebelum diterapkan secara spesifik di tiap sektor. Pendekatan tersebut dinilai penting agar aturan yang disusun tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang sangat dinamis.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga memunculkan berbagai risiko yang perlu diantisipasi bersama.
“Penggunaan teknologi digital bisa berdampak baik, tetapi juga bisa buruk. Ada kejahatan digital, penipuan daring, cyber bullying, hingga hoaks dan disinformasi yang harus kita hadapi bersama,” kata Wamen Nezar.
Selain itu, Nezar menyoroti persaingan global dalam pengembangan AI yang kini berlangsung semakin ketat. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital sedang menyiapkan peta jalan nasional pengembangan AI sekaligus etika pemanfaatannya di Indonesia.
“Persaingan memenangkan teknologi AI sedang terjadi sangat gencar. Ada Amerika, China, Eropa, dan negara-negara Asia yang terus bergerak mengembangkan artificial intelligence,” ujar Nezar Patria.
Ia menjelaskan perkembangan AI kini bergerak dari sekadar chatbot menuju agentic AI hingga physical AI yang terintegrasi dengan teknologi robotik. Karena itu, menurutnya, Indonesia membutuhkan arah kebijakan yang jelas agar mampu mengikuti perkembangan tersebut.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
