
Ilustrasi IHSG ambruk
JawaPos.com – Pergerakan IHSG diproyeksikan masih dibayangi sentimen global pada perdagangan pekan depan, terhitung Senin-Jumat, 20–24 April 2026.
Setelah menguat signifikan 2,35 persen ke level 7.634 pada pekan lalu, pasar saham domestik diperkirakan masuk fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak sideways namun tetap volatil.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Imam Gunadi mengatakan, meski indeks berhasil menguat, arus dana asing justru masih menunjukkan distribusi sebesar Rp2,4 triliun. Tekanan jual asing itu didominasi sektor perbankan.
“Kalau kita tarik ke faktor global, memang sentimen utamanya masih didorong dinamika geopolitik, khususnya konflik AS versus Iran. Situasinya cenderung tidak stabil,” ujar Imam dalam analisisnya, Minggu (19/4).
Menurut dia, pasar saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah, terutama potensi gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.
Ketidakpastian tersebut mendorong harga energi tetap tinggi. Harga minyak mentah Indonesia atau ICP bahkan sempat melonjak ke level USD102 per barel pada Maret lalu. Kondisi itu dinilai berpotensi memberi tekanan lanjutan terhadap inflasi global dan arah kebijakan suku bunga.
Di sisi lain, kualitas pertumbuhan ekonomi global juga dinilai mulai tidak merata. China memang masih mencatat pertumbuhan solid 5 persen, namun konsumsi domestik mulai melemah dan tekanan eksternal meningkat.
“Jika konflik regional berlanjut, risiko terhadap permintaan global menjadi ancaman nyata bagi pelaku pasar,” jelasnya.
Selain isu geopolitik, pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting. Dari China, investor menunggu rilis Loan Prime Rate (LPR) 1 tahun di level 3,0 persen dan LPR 5 tahun di 3,5 persen.
Sementara dari Amerika Serikat, data retail sales Maret diperkirakan tumbuh 1,3 persen secara bulanan, lebih tinggi dari sebelumnya 0,6 persen. Data ini akan menjadi indikator kekuatan konsumsi AS.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
