
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komdigi Ismail dalam acara Komdigi forum 2025 dengan tema AI and The Digital Industries Future di kawasan Sudirman, Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com-Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ismail menyampaikan bahwa trafik layanan telekomunikasi diprediksi naik sampai 40 persen selama libur Lebaran 2026.
"Ini (libur Lebaran 2026) kurang lebih ada dua minggu. Implikasinya tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan trafik telekomunikasi, yang diperkirakan dalam laporan sekitar 30-40 persen," katanya di Jakarta Pusat, Jumat, dalam acara pelepasan anggota satuan tugas posko pemantauan telekomunikasi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
Faktor lain yang diperkirakan berkontribusi pada peningkatan penggunaan layanan telekomunikasi selama libur Lebaran 2026 yakni anjuran pemerintah untuk menerapkan kebijakan bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) bagi pekerja.
Guna menjaga kualitas layanan telekomunikasi selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah bekerja sama dengan operator seluler mengerahkan satuan tugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di posko khusus pemantauan layanan telekomunikasi yang dioperasikan selama 13-29 Maret 2026.
"Antisipasinya ini sudah dilakukan dengan baik oleh kita semua, karena teman-teman operator seluler sudah mempersiapkan backup plan untuk menambahkan jaringan di daerah-daerah yang rawan terjadinya penumpukan crowd area, itu sudah disiapkan," kata Ismail.
Ismail menyampaikan bahwa upaya untuk menjaga kualitas pelayanan telekomunikasi selama libur Lebaran 2026 juga mencakup penguatan jaringan 4G dan 5G.
"Jadi 4G dan 5G ini tetap dikombinasikan. Jadi walaupun menghadirkan 5G, ini 4G tetap ada menjadi baseline. Khususnya Lebaran ini, karena Lebaran ini diperkirakan ada lonjakan trafik tadi," katanya.
Selain itu, pemerintah mengintensifkan pemantauan spektrum frekuensi radio supaya masalah pelayanan telekomunikasi bisa segera dideteksi dan ditangani.
Kemkomdigi semasa libur Lebaran 2026 juga mengerahkan 35 Unit Pelaksana Teknis Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio untuk memantau kualitas pelayanan telekomunikasi yang diselenggarakan oleh para operator seluler. (*)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
