Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Maret 2026, 16.05 WIB

Confluent Luncurkan Teknologi AI Baru, Agen Bisa Saling “Ngobrol” dan Analisis Data Real-Time

Ilustrasi agen AI. (Dok. Confluent) - Image

Ilustrasi agen AI. (Dok. Confluent)

JawaPos.com - Semakin banyak perusahaan memanfaatkan agen kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses pengambilan keputusan otomatis sekaligus menangani tugas yang lebih kompleks.

Berdasarkan laporan IDC FutureScape: Worldwide Future of Work 2026 Predictions dari International Data Corporation (IDC), pada 2026 sekitar 40 persen pekerjaan di perusahaan G2000 diperkirakan akan melibatkan kolaborasi dengan agen AI. Perubahan ini diyakini akan mengubah struktur peran kerja tradisional, mulai dari level pemula hingga senior.

Namun, di banyak organisasi, agen AI masih berjalan secara terpisah dalam berbagai sistem dan alat yang berbeda. Ketika agen tidak dapat saling berkomunikasi atau berbagi konteks, data berisiko terjebak dalam silo sehingga pengambilan keputusan menjadi tidak terkoordinasi.

Sejalan dengan ini, Confluent, perusahaan teknologi streaming data, mengumumkan pembaruan terbaru pada fitur Confluent Intelligence yang dirancang untuk menghubungkan berbagai agen AI serta menghadirkan analisis data yang lebih cerdas dan akurat.

Melalui fitur Streaming Agents, Confluent memanfaatkan protokol Agent2Agent (A2A) untuk memicu dan mengoordinasikan agen AI eksternal menggunakan aliran data real-time. Pendekatan ini memungkinkan sistem AI di berbagai bagian perusahaan saling terhubung dengan lebih mudah.

Selain itu, fitur Deteksi Anomali Multivariat mampu menganalisis sejumlah metrik secara bersamaan guna mengidentifikasi pola tidak biasa dalam aliran data secara otomatis. Dengan kemampuan ini, tim dapat mendeteksi potensi masalah lebih awal sebelum menimbulkan gangguan yang berdampak lebih luas.

Kombinasi teknologi tersebut menciptakan sistem AI yang lebih kontekstual, adaptif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan data, agen, maupun kondisi bisnis.

“Anda membutuhkan sistem agen AI yang bekerja sama dan terus belajar serta berbagi wawasan secara real-time. Confluent Intelligence menghubungkan investasi dan sistem AI tim perusahaan, terlepas dari di mana mereka dibangun, sehingga AI dapat secara otomatis merespons data langsung, mengambil tindakan, mengkoordinasikan sistem dan mengeskalasi ke anggota tim jika diperlukan,” kata Sean Falconer, Head of AI di Confluent, Inc. dalam keterangannya.

Dengan ini pula, Confluent menghubungkan agen AI ke data real-time melalui Model Context Protocol (MCP) yang dikembangkan oleh Anthropic, serta memungkinkan komunikasi antar-agen menggunakan protokol A2A.

Teknologi ini memungkinkan agen AI menganalisis data secara berkelanjutan dari berbagai sistem dan platform seperti LangChain, Google BigQuery, Snowflake, dan Databricks. Dari sana, sistem dapat menghasilkan wawasan yang langsung memicu alur kerja di platform perusahaan seperti ServiceNow dan Salesforce agar tindakan dapat diambil secara otomatis.

Dengan integrasi ini, Confluent mengubah analisis data streaming menjadi mekanisme wawasan ke tindakan yang membantu perusahaan merespons perubahan bisnis dengan lebih cepat.

Melalui dukungan A2A dalam Streaming Agents, perusahaan dapat memperoleh sejumlah manfaat, antara lain membangun agen AI yang lebih cerdas dan dapat digunakan ulang, dengan menambahkan konteks data dari Confluent ke agen atau sistem yang sudah ada sehingga dapat merespons peristiwa secara asinkron.

Memungkinkan komunikasi antar-agen yang transparan, karena setiap tindakan agen dicatat dalam log permanen untuk kebutuhan audit dan pemutaran ulang. Sistem ini memanfaatkan Apache Kafka untuk mengoordinasikan komunikasi dan berbagi output antar agen.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore