Jensen Huang, CEO Nvidia, menyoroti ledakan kecerdasan buatan global yang mendorong pembangunan infrastruktur teknologi terbesar dalam sejarah (Fox Business)
JawaPos.com - Ledakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global kini tidak lagi sekadar fenomena teknologi, melainkan telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang membentuk ulang arah investasi dunia.
Industri teknologi, pemerintah, dan korporasi lintas sektor berlomba membangun fondasi komputasi baru guna menopang sistem AI yang beroperasi dalam waktu nyata pada skala masif.
Chief Executive Officer (CEO) Nvidia Jensen Huang menilai percepatan ini memicu pembangunan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah manusia. Infrastruktur tersebut mencakup pusat data, pabrik semikonduktor, hingga fasilitas komputasi khusus yang dia sebut sebagai "pabrik AI," seiring melonjaknya kebutuhan daya komputasi global.
Dilansir dari Fox Business, Kamis (22/1/2026), Huang menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan Maria Bartiromo di sela World Economic Forum di Davos.
"Hal yang benar-benar penting untuk diakui adalah bahwa ini merupakan pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia. Ini sungguh luar biasa," ujar Huang.
Menurut Huang, ledakan AI memiliki struktur berlapis yang saling bergantung dan berdampak luas.
"Kami melihat permintaan yang luar biasa. Yang terjadi di seluruh dunia, pengembangan AI dibangun secara bertahap dan saling terkait, dimulai dari ketersediaan energi, lalu chip yang menjadi fokus kami, kemudian infrastruktur, komputasi awan, lahan, pasokan listrik, hingga pembangunan pusat data," ujarnya.
Dia menambahkan, momentum ini sejalan dengan agenda industrialisasi kembali Amerika Serikat.
"Presiden Donald Trump ingin melakukan reindustrialisasi Amerika Serikat. Dan AI adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukannya," ujar Huang.
Menurutnya, pembangunan ini membuka peluang pemulangan basis industri strategis sekaligus memperluas lapangan kerja domestik.
Huang menegaskan, dampak ketenagakerjaan dari ekspansi AI bersifat luas dan konstruktif.
"Ini memungkinkan kita membawa kembali pekerjaan di berbagai lini ke dalam negeri, mulai dari tukang ledeng, teknisi listrik, teknisi jaringan, pekerja konstruksi, perancang, hingga arsitek. Hal ini akan menciptakan sangat banyak lapangan kerja," tuturnya.
Dari sisi ekonomi, Huang memproyeksikan lonjakan investasi global dalam skala sangat besar seiring meluasnya pemanfaatan AI.
"Jika melihat keseluruhan ekosistem industri dunia yang nilainya sekitar USD 100 triliun, sekitar USD 20 triliun di antaranya merupakan belanja riset dan pengembangan serta biaya operasional. Sebagian besar dari belanja tersebut akan diperkuat dengan AI," ujarnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
