
Praktik deepfake foto yang meresahkan. (dok Blackbird)
JawaPos.com - Saat ini kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah berkembang pesat di dunia. Hasilnya, sejumlah inovasi lahir dan banyak membantu manusia.
Namun, dibalik itu AI juga memiliki risiko yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan siber. Hal ini dengan memproduksi konten hoaks dan disinformasi, termasuk pula konten deepfake.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan pentingnya upaya pada mitigasi kejahatan siber dengan deepfake berbasis AI yang semakin marak terjadi di dunia digital.
"Produk deepfake berbasis AI ini, ketika digunakan untuk melakukan kejahatan, sungguh luar biasa dapat menipu masyarakat," di Jakarta, dikutip Kamis (23/10).
Dia menjelaskan, jumlah kerugian akibat modus penipuan dengan memanfaatkan AI telah mencapai Rp 700 miliar. Alhasil dirinya merasa perlu upaya mitigasi untuk mencegah terjadinya kejahatan ini.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyusun Peta Jalan AI Nasional yang mengharuskan para pengembang AI bersikap akuntabel dan transparan.
"Kami mendorong semua pengembang untuk bersikap etis, transparan, dan akuntabel ketika mereka memproduksi platform berbasis AI," tegasnya.
Menurutnya, masih banyak produk Ai yang dibuat secara tak etis, seperti tidak mencantumkan keterangan bahwa konten tersebut dibuat oleh AI. "Kita masih melihat video atau gambar AI yang tidak mencantumkan logo produk AI. Saya pikir itu tidak etis," tuturnya.
Sementara itu, Nezar menegaskan Kementerian Komdigi bekerja sama dengan aparat penegak hukum terus memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber melalui penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP), serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Di sisi masyarakat, Komdigi juga melakukan edukasi mengenai bahaya deepfake berbasis AI.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
