Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 16.22 WIB

Pemalsuan Identitas dan Deepfake AI jadi Perkara Serius Era Digital, Bappebti Tegaskan Perdagangan Berjangka Komoditi Butuh Transparansi yang Adaptif

Ilustrasi: Tren AI memunculkan masalah baru yakni bahaya deepfake. - Image

Ilustrasi: Tren AI memunculkan masalah baru yakni bahaya deepfake.

JawaPos.com – Industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan. Data 2024 menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp33.214,89 triliun, tumbuh 29,34% dibanding tahun sebelumnya. Pada Januari–Juli 2025, volume transaksi PBK bahkan sudah mencapai 8,18 juta lot dengan lebih dari 125.000 nasabah aktif.

Namun, di balik laju pertumbuhan tersebut, tantangan besar tetap membayangi. Bappebti mencatat lebih dari 1.046 domain PBK ilegal diblokir sepanjang 2024. Sementara itu, OJK melaporkan 238.552 kasus fraud dengan kerugian hingga Rp 4,8 triliun dalam periode November 2024–Agustus 2025.

Sertifikat elektronik hadir sebagai instrumen penting menjaga keamanan identitas digital dan integritas transaksi untuk menjawab tantangan tersebut.

“Perkembangan teknologi menuntut perdagangan berjangka komoditi untuk selalu transparan dan adaptif," ujar Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya melalui keterangan tertulis.

"Sertifikat elektronik bisa menjamin keaslian, keabsahan, dan memperkuat integritas transaksi,” sambungnya.

Dari sisi industri, risiko baru di era digital seperti pemalsuan identitas hingga ancaman deepfake AI juga harus mendapat perhatian khusus.

“Risiko pemalsuan identitas, pembobolan akun, hingga deepfake AI semakin kompleks, sehingga peran PSrE menjadi krusial. Kami menjamin keaslian identitas digital melalui verifikasi berlapis, bekerja sama dengan Disdukcapil sejak 2018, serta memberikan certificate warranty sebagai perlindungan tambahan," ungkap Chief of Information Officer Privy, Krishna Chandra.

Sebagai penyelenggara sertifikat elektronik, Krishna mengklaim bahwa pihaknya sudah melayani lebih dari 65 juta pengguna individu dan 155.000 perusahaan di berbagai sektor, termasuk keuangan dan perdagangan. "Dengan pendekatan user-centric digital identity, kami memastikan proses verifikasi berbasis consent, transparan, dan aman,” pungkasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore