Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Agustus 2025 | 01.59 WIB

Marak Penipuan Digital, Indosat Luncurkan Fitur Anti Scam dan Anti Spam Berbasis AI

Peluncuran teknologi AI Indosat untuk menghalau spam dan scamming menggunakan nomor ponsel, Jakarta, Kamis (7/8). (RianAlfianto/JawaPos.com) - Image

Peluncuran teknologi AI Indosat untuk menghalau spam dan scamming menggunakan nomor ponsel, Jakarta, Kamis (7/8). (RianAlfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com-Kasus penipuan digital menggunakan nomor ponsel kian marak dan meresahkan. Dari pesan teks phishing, tawaran kerja palsu, hingga skema investasi bodong, jutaan masyarakat Indonesia menjadi target setiap minggunya. 

Menyikapi kondisi ini, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meluncurkan fitur Anti Spam dan Anti Scam berbasis kecerdasan buatan (AI), hasil kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Inovasi ini diklaim menjadi langkah konkret dalam memperkuat perlindungan digital masyarakat, seiring meningkatnya modus penipuan melalui ponsel dan internet. 

Berdasar Asia Scam Report 2024 yang dirilis Global Anti Scam Alliance (GASA), sebanyak 65 persen pengguna digital di Indonesia menerima upaya penipuan setiap minggu, angka tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Fitur Anti Spam dan Anti Scam Indosat bekerja secara otomatis dan real time. Teknologi ini mendeteksi pengirim pesan atau panggilan mencurigakan, menyaring potensi ancaman, serta mengirimkan peringatan langsung ke pengguna. 

Menariknya, sistem ini tidak membutuhkan ponsel canggih atau jaringan khusus karena diproses langsung di jaringan (on-network), menjadikannya inklusif dan mudah diakses oleh siapa saja.

Fitur ini dibangun di atas platform AIvolusi5G, kombinasi antara kecanggihan jaringan 5G dan kecerdasan buatan. Indosat juga menggandeng Tanla, Mastercard, GSMA, dan GASA, sebagai mitra global dalam pengembangan dan implementasinya.

CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menegaskan bahwa perlindungan digital adalah hak setiap warga negara. Solusi tersebut diharapkan bisa membantu.

“Solusi ini tidak hanya melindungi pelanggan kami, tetapi juga memperkuat ketahanan digital bangsa. Dengan Sovereign AI Factory yang didukung teknologi GPU Nvidia Blackwell tercanggih, kami yakin bisa menangkal spam dan scam secara efektif,” kata Vikram di jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/8).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyambut baik inovasi ini dan menyatakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun ekosistem digital yang aman. 

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga harus mampu membentuk arah pemanfaatan AI yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ucap Nezar Patria.

Langkah ini juga sejalan dengan transformasi Indosat menjadi perusahaan AI-TechCo melalui kampanye AI untuk Kita Semua, yang bertujuan menjadikan teknologi AI lebih inklusif dan bisa dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

Namun demikian, secanggih-canggihnya fitur teknologi, benteng terakhir tetap ada pada masing-masing individu agar tak terkena modus kejahatan digital seperti scamming dan phishing.

Penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang kini semakin canggih. Modus yang umum seperti pesan SMS atau WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang mengaku dari bank atau instansi pemerintah, link mencurigakan yang mengarahkan ke situs palsu dan tawaran kerja atau undian palsu.

Dengan hadirnya teknologi seperti Anti Spam dan Anti Scam, diharapkan masyarakat bisa terlindungi sekaligus semakin cerdas dalam menghadapi ancaman digital.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore