Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 01.05 WIB

Jika Kamu Menggunakan ChatGPT untuk 7 Hal Ini, Justru Akan Merugikanmu Ketimbang Mendatangkan Manfaat

Ilustrasi orang menggunakan ChatGPT (Dok. Pexels) - Image

Ilustrasi orang menggunakan ChatGPT (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Tak bisa dipungkiri, ChatGPT sedang naik daun. Mulai dari bantu bikin email, menyusun caption Instagram, sampai ngasih ide untuk menu makan malam, chatbot ini jadi semacam asisten pribadi digital yang bisa diandalkan. 

Tapi di balik semua kemudahan itu, ada sisi lain yang lebih halus dan diam-diam bisa berbahaya. Dengan segala kemampuannya, ChatGPT bisa menciptakan masalah yang baru terasa efeknya saat produktivitas, pola pikir, atau bahkan rasa percaya dirimu mulai goyah.

Seperti alat apa pun, semuanya kembali ke cara kamu menggunakannya. Beberapa cara bisa menajamkan pikiran. Yang lain malah membuatmu kehilangan arah. Ada yang memperjelas ide, tapi ada juga yang bikin kamu menjauh dari intuisi sendiri.

Dilansor dari VegOut, berikut ini tujuh kebiasaan menggunakan ChatGPT yang justru bisa lebih banyak merugikan daripada membantu dan bagaimana mengubahnya jadi lebih sehat dan cerdas.

1. Menyerahkan Semua Keputusan pada ChatGPT

Awalnya mungkin perintah sepele seperti: "Bantu pilih tempat makan malam." Tapi pelan-pelan berubah jadi, "Haruskah terima tawaran kerja ini?" atau bahkan, "Apa yang harus kulakukan soal hubungan ini?"

Masalahnya, ChatGPT tidak punya nilai, insting, atau prioritas seperti kamu. Ia hanya meniru pola yang terdengar logis—bukan yang paling tepat untuk hidupmu.

Risikonya: Kamu bisa kehilangan kendali atas hidupmu sendiri. Semakin sering menyerahkan keputusan pada mesin, semakin lemah kemampuan untuk mempercayai intuisi sendiri. Lama-lama, keputusan sekecil apa pun bisa terasa menakutkan.

Lebih bijak: Gunakan ChatGPT sebagai pemantik pemikiran, bukan pengambil keputusan. Minta pro-kontra, atau pandangan alternatif lalu tetap ambil keputusan sendiri.

2. Meminta ChatGPT Menulis Semua Pesan Emosional

Siapa pun pasti pernah bingung saat ingin menulis permintaan maaf, menetapkan batasan, atau menyampaikan pesan sensitif.

ChatGPT bisa menyusun kalimat yang sopan dan rapi. Tapi sering kali, hasilnya terasa terlalu steril. Tidak ada jejak emosimu di sana.

Risikonya: Kamu bisa kehilangan koneksi dengan suara emosional sendiri. Lama-lama, mengekspresikan perasaan asli terasa canggung atau sulit.

Lebih bijak: Tulis dulu versimu, seburuk apa pun. Lalu, minta bantuan ChatGPT untuk memperhalus atau merapikan, tanpa menghilangkan "kamu" di dalamnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore