Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Juni 2025 | 06.05 WIB

Sistem Keamanan Terintegrasi Jawab Tantangan Infrastruktur Strategis Indonesia

Ilustrasi keamanan siber (Dok. iStockphoto) - Image

Ilustrasi keamanan siber (Dok. iStockphoto)

JawaPos.com - Di tengah maraknya pembangunan infrastruktur strategis nasional dari pelabuhan, jalur logistik, hingga transportasi publik, muncul satu kebutuhan yang makin mendesak namun sering luput dari sorotan: keamanan. Tidak lagi cukup hanya mengandalkan petugas di lapangan, sistem keamanan modern kini dituntut mampu mendeteksi potensi ancaman secara dini, merespons cepat, dan bahkan memprediksi risiko sebelum terjadi. 

Inilah yang coba dijawab oleh PT Nawakara Perkasa Nusantara (Nawakara), perusahaan penyedia layanan keamanan yang mulai bertransformasi ke arah teknologi tinggi.

“Keamanan infrastruktur strategis tidak bisa hanya mengandalkan patroli atau CCTV biasa. Dibutuhkan pendekatan yang proaktif, menyeluruh, dan adaptif,” ujar Satria Djaya Najamuddin, Deputy CEO & Transformation Nawakara di Jakarta, Selasa (10/6).

Menurutnya, sistem keamanan hari ini perlu mencakup tiga elemen utama: fisik, digital, dan metode pengawasan berbasis data. Dan semua itu, kata Satria, telah menjadi bagian dari solusi yang ditawarkan oleh Nawakara melalui konsep Integrated Security Solutions.

Nawakara menggabungkan teknologi seperti CCTV analitik, sistem deteksi perimeter, akses biometrik, dan pusat komando (command center) real-time dalam satu platform yang terintegrasi. Teknologi ini didukung oleh tim personel bersertifikasi yang tak hanya memahami teknis di lapangan, tetapi juga memahami regulasi keamanan nasional dan prinsip-prinsip K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Lebih dari sekadar mencatat kejadian, sistem ini dirancang untuk mengenali pola dan memprediksi ancaman. Dengan kata lain, keamanan tidak lagi bersifat reaktif, tapi bergerak ke arah prediktif.

“Kami ingin klien bisa melihat seluruh titik rawan secara real-time dan memiliki insight untuk mengambil keputusan cepat sebelum hal buruk terjadi,” tambah Satria.

Langkah Nawakara ini hadir di saat yang krusial. Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman keamanan, termasuk siber, meningkat seiring digitalisasi masif berbagai sektor. 

Data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan bahwa Indonesia mengalami lebih dari satu miliar serangan siber pada 2023. Sektor infrastruktur, seperti energi dan transportasi, termasuk yang paling rentan.

Transformasi digital memang membuka banyak peluang, tapi juga membuka banyak pintu masuk baru bagi ancaman. Karena itu, pendekatan keamanan yang menyatukan pengawasan fisik dan digital menjadi semakin penting.

Nawakara juga telah terlibat dalam berbagai proyek besar, termasuk proyek-proyek strategis nasional (PSN) yang vital. Dari fase konstruksi hingga operasional, perusahaan ini menawarkan asesmen risiko menyeluruh, perlindungan aset fisik dan sistem kritis, serta mitigasi ancaman dari dalam maupun luar.

Dengan semakin kompleksnya ancaman, dari serangan siber hingga sabotase fisik, perusahaan keamanan seperti Nawakara berperan penting sebagai garda terdepan dalam melindungi infrastruktur nasional. Namun mereka juga menyadari, masa depan keamanan bukan hanya soal teknologi, tetapi soal integrasi: antara manusia, sistem, dan data.

“Kami ingin jadi lebih dari sekadar penjaga. Kami ingin jadi bagian dari solusi jangka panjang bagi keamanan Indonesia,” tutup Satria.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore