Ilustrasi Kebakaran. (Dimas Pradipta/Jawa Pos)
JawaPos.com - Industri pintu tahan api global diperkirakan akan tumbuh pesat dengan proyeksi mencapai USD 65,6 miliar pada 2033. Tren ini didorong oleh urbanisasi yang cepat, peningkatan kesadaran terhadap keselamatan kebakaran, serta kemajuan teknologi yang terus berkembang.
Di Indonesia, permintaan untuk pintu tahan api semakin meningkat, terutama di sektor komersial, residensial, dan konstruksi.
Berdasarkan data internal Indotrading.com, sektor pintu tahan api menunjukkan peningkatan permintaan yang signifikan. Produk pintu tahan api yang ditawarkan oleh supplier di platform kami telah mencatatkan kenaikan transaksi lebih dari 20% dalam setahun terakhir. Permintaan ini didorong oleh semakin ketatnya regulasi keselamatan kebakaran dan meningkatnya kebutuhan perlindungan kebakaran di gedung bertingkat dan pusat perbelanjaan.
Sektor konstruksi, khususnya pembangunan gedung perkantoran dan pusat komersial, tercatat sebagai penyumbang utama permintaan pintu tahan api, dengan kontribusi lebih dari 50% dari total transaksi pada kategori ini. Data internal kami juga menunjukkan bahwa pintu tahan api dengan teknologi canggih, seperti sistem pengunci otomatis dan desain pintu geser, kini semakin diminati.
"Tren yang berkembang menunjukkan bahwa selain memenuhi standar keselamatan kebakaran, perusahaan juga mencari solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pintu tahan api kini menjadi salah satu komponen penting dalam memenuhi regulasi keselamatan di berbagai sektor, termasuk perkantoran, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan," ujar Handy Chang, Founder Indotrading.com dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Merasa Belum Waktunya Menjalin Hubungan Asmara, 4 Zodiak Ini Diprediksi Masih Single di Tahun 2025
Selain pintu tahan api, solusi teknologi canggih dalam sistem perlindungan kebakaran juga semakin dicari oleh pelaku industri. Handy mencatat bahwa 35% dari total transaksi di kategori perlindungan kebakaran melibatkan produk dengan teknologi berbasis IoT, seperti sistem alarm kebakaran pintar dan pemadam kebakaran otomatis yang terintegrasi dengan sistem manajemen gedung. Harga untuk produk-produk ini bervariasi mulai dari IDR 10.000.000 hingga lebih dari IDR 50.000.000 per unit, tergantung pada kompleksitas dan kemampuan sistem.
"Sistem perlindungan kebakaran pintar dengan sensor canggih memungkinkan pengelolaan risiko yang lebih baik dan waktu respons yang lebih cepat. Teknologi ini tidak hanya membantu perusahaan memenuhi regulasi keselamatan yang ketat, tetapi juga mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang," tambah Handy.
Melihat permintaan yang terus meningkat, lanjut Handy, pihaknya menawarkan peluang besar bagi supplier pintu tahan api dan produk terkait perlindungan kebakaran untuk bergabung dan memperluas pasar mereka di Indonesia. Platform B2B ini mempermudah supplier untuk terhubung dengan pelanggan dari berbagai sektor industri yang membutuhkan solusi pintu tahan api berkualitas tinggi.
"Supplier yang menawarkan produk dengan kualitas terbaik dan teknologi inovatif, seperti pintutahan api dengan desain modern atau sistem perlindungan kebakaran pintar, dapat memanfaatkan Indotrading.com untuk menjangkau lebih banyak pelanggan potensial," tutup Handy.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
