IfVirty menjadi First Runner-Up kategori ICT Services di ajang Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Awards 2024. (IfVirty)
JawaPos.com - Kompetisi global menuntut negara untuk membentuk ekosistem digital yang aman. Menjawab tantangan digital yang makin kompleks itu, perusahaan Teknologi Informasi (IT) asal Indonesia, DesktopIP Teknologi Indonesia menciptakan teknologi berbasis kedaulatan data. Namanya IfVirty.
IfVirty merupakan platform inovatif yang memungkinkan virtualisasi infrastruktur IT dengan mudah dan efisien. Dengan fitur-fitur user friendly, pengguna dapat dengan bebas memilih solusi back up yang sesuai dengan kebutuhan mereka, serta mengoptimalkan infrastruktur dan sumber daya yang ada. Platform ini juga memungkinkan pengguna untuk dengan mudah menyebarkan aplikasi spesifik Linux dan Windows.
Berkat teknologi tersebut, DesktopIP membawa harum nama Indonesia di kancah dunia. Mereka berhasil menduduki posisi First Runner-Up kategori ICT Services di ajang Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Awards 2024. Kompetisi tersebut yang diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
CEO Desktop IP Phidi Soepangkat menjelaskan, IfVirty mengusung konsep sovereign cloud. Selama ini privasi data cuma dipahami sebatas lokasi penyimpanan data yang berada di dalam yuridiksi sebuah negara. IfVirty mampu menghilangkan sekat tersebut, namun negara tetap punya kontrol penuh untuk mengamankan data-data digitalnya. Tak cuma keamanan data, negara juga bisa mengontrol penuh teknologi dan biaya.
“Konsep sovereign cloud yang kami bawa adalah upaya untuk membebaskan negara dari dominasi regulasi data yang sering kali berat sebelah. Kami ingin menunjukkan bahwa kedaulatan digital bukan hanya tentang lokasi di mana data disimpan, tetapi juga tentang kemampuan sebuah negara untuk memiliki kontrol penuh atas teknologi yang dibangun dan dikembangkan serta pengelolaan biaya secara independen,” beber Phidi, Senin (16/12/2024).
DesktopIp optimistis IfVirty mampu mendukung kemandirian digital. Teknologi ini diharapkan bisa membantu negara-negara dalam menjaga data secara mandiri, tak cuma Indonesia, tapi juga negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, DesktopIP yakin IfVirty bisa mengatasi tantangan regulasi global hingga menyediakan solusi berkelanjutan dengan biaya yang kompetitif dan terjangaku.
Diketahui, teknologi yang sejenis dengan IfVirty ini hanya ada 5 di dunia. Di antara banyaknya peserta lain dari berbagai negara yang memperkenalkan teknologi canggihnya, DesktopIP menegaskan bahwa teknologi asal Indonesia juga memiliki kemampuan untuk mewujudkan kedaulatan, baik dari data digitalnya maupun segala sesuatu yang terkait dengan cloud engine. Termasuk juga dari sisi infrastruktur teknologi pendukungnya.
“Inilah alasan mengapa kami memilih memperkenalkan produk IfVirty di kompetisi pertama ini, karena fokus utama kami adalah menonjolkan keunikan dari produk tersebut. Sejauh pengamatan kami, hingga saat ini belum ada pihak lain yang mengembangkan teknologi serupa di pasar Asia Tenggara, khususnya dalam hal membangun teknologi ini secara mandiri.” jelas CTO DesktopIP Wisesa Widyantoro.
Pencapaian ini membuka peluang strategis bagi DesktopIP untuk memperluas jangkauan bisnisnya di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, penghargaan yang berhasil DesktoIP raih ini diharapkan dapat meningkatkan awareness global terhadap produk-produknya.
“Kami bertekad menjadikan penghargaan ini mampu membuka jalan untuk memperluas jangkauan bisnis kami dan memotivasi kami untuk terus mengembangkan produk yang memang sophisticated sesuai kebutuhan pasar. Harapannya, pengakuan ini tidak hanya meningkatkan eksistensi kami yang pada akhirnya membawa dampak langsung pada pertumbuhan perusahaan,” tambah Wisesa.
Ke depan, DesktopIP siap untuk menghadapi perhelatan APICTA 2025. Mereka akan fokus kepada pada uniqueness produk lainnya yang akan dihadirkan melalui penguatan berbagai aspek seperti usability, functionality, dan user experience.
“Tujuan kami ikut kompetisi tidak hanya meraih kemenangan, tetapi bagaimana kami membawa dampak positif untuk masa depan teknologi Indonesia bahkan Asia Pasifik. Selain itu, kami juga ingin membuktikan Indonesia memiliki talenta-talenta hebat dalam membangun teknologi secara mandiri dan mampu mendapat pegakuan dunia yang pada akhirnya membuka peluang untuk berkolaborasi lebih luas lagi. IfVirty bukan hanya sekedar platform dan sebuah produk teknologi saja. Ini adalah fondasi untuk mewujudkan digital sovereignty.” pungkas Phidi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
