![Load scanner teknologi berbasis kecerdasan buatan memberikan solusi atas masalah yang ada. [Istimewa] - Image](https://cdn-assets.jawapos.com/images/1/2024/02/29/Load-scanner-4232577332.jpg)
Load scanner teknologi berbasis kecerdasan buatan memberikan solusi atas masalah yang ada. [Istimewa]
JawaPos.com - Perkembangan teknologi sangat tidak dipungkiri dalam memberikan kemudahan menyelesaikan suatu pekerjaan. Peluang ini yang menjadi salah satu alasan Widya Robotics salah satu perusahaan di Indonesia memberikan solusi.
Widya Robotic yang berfokus pada pengembangan robotika, otomatisasi, dan teknologi berbasis kecerdasan buatan memberikan solusi atas masalah yang ada.
Bahkan turut andil dalam mendorong target pemerintah dalam mempercepat pembangunan Jalan Tol Japek II Selatan, dalam hal kecepatan distribusi material tentunya diperlukan.
"Agar kecepatan distribusi menjadi lebih efektif dan efisien, perubahan teknologi harus mendukung proses material yang masih dilakukan secara konvensional," tulis dalam keterangan resmi Widya Robotics, Kamis [29/2].
Beberapa teknologi telah dipunyai diantaranya Load Scanner, teknologi revolusioner untuk menyelesaikan tantangan dalam mengukur beban material secara akurat
dan efisien.
"Alat ini memiliki kemampuan untuk menghitung volume muatan secara otomatis dengan bantuan teknologi LiDAR (Light Distance and Ranging), sebagai sensor utamanya," tertulis dalam keterangan resminya.
Sensor utama yang dimiliki Widya Load Scanner dapat melakukan scanning pada muatan truk yang memungkinkan penghitungan volume secara cepat dan akurat. Bahkan teknologi ini terbukti memiliki akurasi penghitungan tinggi yang mencapai 99,23% dan sudah tersertifikasi oleh Sucofindo.
Load Scanner dapat melakukan scanning pada muatan truk yang memungkinkan penghitungan volume secara cepat dan akurat. [Ilustrasi]
Selain akurasi tinggi, alat ini juga mampu menghitung volume muatan dalam waktu yang singkat, yakni kurang dari 40 detik untuk sekali penghitungan.
Teknologi ini tentunya lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan penghitungan manual. Mula Damai selaku Chief Marketing Officer Widya Robotics mengungkapkan,
"Widya Load Scanner ini akan sangat membantu perusahaan dalam menciptakan aktivitas yang efektif dan efisien. Alat ini mampu mengurangi biaya tenaga kerja karena hanya membutuhkan satu operator dan pengoperasiannya juga tergolong praktis," dalam keterangan keterangan resminya.
Perusahaan tidak perlu khawatir karena siapa saja dapat mengoperasikan alat ini dengan mudah. Pertama, truk memasuki area konstruksi tanpa muatan berhenti di bawah alat ini.
Kemudian, sensor LiDAR akan melakukan scanning pada bak truk untuk mengetahui volume awalnya. Setelah truk dipenuhi dengan muatan, volume ini akan dihitung kembali melalui scanning kedua.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui volume muatan secara keseluruhan, termasuk bagian permukaan yang melebihi batas bak truk. Namun, apabila perusahaan memiliki ukuran DT (Dump Truck) dengan ukuran dan tipe yang sama, Widya Robotics juga menyediakan penghitungan dengan alur master scan.
Alur yang dimaksud ini adalah penghitungan dengan 1 ukuran sebagai master DT kosong, kemudian scanning hanya perlu dilakukan 1x saat DT terisi untuk truk selanjutnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
