E-commerce Alibaba memanfaatkan teknologi AI. (Istimewa)
JawaPos.com - Perlombaan kecerdasan buatan atau AI semakin memanas. Perusahaan Ecommerce asal Tiongkok, Alibaba resmi meluncurkan versi AI milik mereka pada Jumat (25/8). Alibaba mengenalkan produk AI mereka dapat bisa memahami gambar dan melakukan percakapan yang lebih kompleks dibandingkan produk-produk perusahaan lain.
Raksasa teknologi Tiongkok tersebut mengumumkan bahwa dua model baru mereka, Qwen VL dan Qwen VL Chat, akan menjadi open source. Artinya para peneliti, akademisi dan perusahaan di seluruh dunia dapat menggunakannya untuk menciptakan aplikasi AI mereka sendiri tanpa perlu melatih sistem mereka sendiri sehingga menghemat waktu dan biaya dikutip dari Tech Startups pada Senin (28/8).
Alibaba menjelaskan bahwa Qwen VL merespons pertanyaan terbuka terkait berbagai gambar dan menghasilkan keterangan gambar.
Sementara itu, Qwen VL Chat melayani interaksi yang lebih kompleks menurut Alibaba seperti membandingkan beberapa masukan gambar dan menjawab beberapa pertanyaan bertingkat. Beberapa tugas yang dapat dilakukan oleh Qwen VL Chat menurut Alibaba, meliputi menulis cerita dan membuat gambar berdasarkan foto yang diinput pengguna serta memecahkan persamaan matematika yang ditampilkan dalam gambar.
Baca Juga: Perburuan Terbesar Monster Loch Ness dalam Separo Abad, Tiap Tahun 1 Juta Orang ke Skotlandia
Salah satu contoh yang diberikan oleh Alibaba adalah input berupa tanda rumah sakit dalam bahasa Tiongkok. Kecerdasan buatan ini dapat menjawab pertanyaan tentang lokasi departemen rumah sakit tertentu dengan menafsirkan gambar dari tanda tersebut.
Sejauh ini sebagian besar AI generatif lebih berfokus pada merespons teks. Versi terbaru dari ChatGPT milik OpenAI juga memiliki kemampuan untuk memahami gambar dan merespons dalam bentuk teks mirip dengan Qwen VL Chat.
Kedua model terbaru dari Alibaba ini dibangun berdasarkan model bahasa besar (large language models/LLM) perusahaan yang disebut Tongyi Qianwen yang dirilis awal tahun ini. Model bahasa besar adalah model AI yang dilatih dengan sejumlah besar data dan menjadi dasar aplikasi chatbot dikutip dari Maginative
Bulan ini perusahaan yang berkantor pusat di Hangzhou ini juga merilis dua model AI lainnya sebagai open source. Meskipun tidak menghasilkan biaya lisensi bagi Alibaba, distribusi open source ini akan membantu perusahaan untuk mendapatkan lebih banyak pengguna bagi model AI mereka.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
