Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 November 2021 | 23.48 WIB

Aturan Terlalu Ketat, Yahoo Resmi Keluar dari Tiongkok

Layanan internet Yahoo. (Search Engine Journal) - Image

Layanan internet Yahoo. (Search Engine Journal)

JawaPos.com - Perusahaan internet asal Amerika Serikat (AS), Yahoo, menghentikan semua layanan online yang tersisa di daratan Tiongkok belum lama ini. Hal ini resmi menandai penarikan terakhirnya dari negara itu, beberapa minggu setelah LinkedIn milik Microsoft Corp mengumumkan keluar juga dari kawasan ekonomi terbesar kedua di dunia karena regulasi yang ketat dan dianggap cenderung menyusahkan.

Perusahaan yang berbasis di Sunnyvale, California, AS itu mengatakan bahwa layanannya tidak akan lagi dapat diakses di negara itu, menurut sebuah pernyataan yang diposting di situs webnya akhir pekan lalu. Produk dan layanan Yahoo tetap tidak terpengaruh di semua lokasi global lainnya tanpa merinci alasan spesifik di balik keluarnya Yahoo dari Tiongkok.

Keluarnya Yahoo dari Tiongkok membuat perusahaan AS lainnya yang ada di pasar online Tiongkok sebagian besar terbatas pada Apple, Microsoft, Google dan Amazon. Ini terkait sistem operasi dan perangkat keras di dalam negeri serta layanan pemasaran dan cloud yang dibutuhkan oleh perusahaan Tiongkok di luar negeri.

Sementara dikutip dari TechCrunch, Yahoo sendiri menutup kehadiran fisik terakhirnya yang tersisa di negara itu pada Maret 2015, ketika operasi penelitian dan pengembangannya di Beijing ditutup.

Layanan berita dan komunitasnya di negara itu sebelumnya sudah dihentikan pada September 2013, sebulan setelah layanan email lokalnya dihentikan.

Popularitas Yahoo dalam pencarian online berkurang pada tahun 2000-an. Hal ini karena Google meningkatkan pangsa pasar globalnya dan Baidu menjadi penyedia mesin pencari yang dominan di Tiongkok.

Yahoo sendiri dioperasikan oleh perusahaan Yahoo!, yang 90 persen dimiliki oleh dana investasi yang dikelola oleh Apollo Global Management dan 10 persen oleh Verizon Communications. Namun, beberapa layanan Yahoo termasuk berbagai artikel berita dalam bahasa asing tetap dapat diakses di Tiongkok daratan hingga akhir Oktober.

Jumlah pengguna Yahoo yang tersisa di negara itu tidak diketahui, meski secara umum dianggap kecil. Ini dibandingkan dengan yang ada di berbagai platform online Tiongkok yang mendominasi pasar internet terbesar di dunia.

Pada Senin (1/11) lalu, aplikasi Cuaca Yahoo, halaman berita dan versi lokal dari blog teknologi konsumen Engadget tidak tersedia. Situs web Chinese Engadget hanya menampilkan pengumuman Yahoo tentang tidak lagi menyediakan konten di negara tersebut.

Namun demikian, pengguna di daratan Tiongkok masih dapat mengakses Yahoo Mail, AOL Mail, dan dasbor privasi untuk mengunduh data mereka dari tiga alamat web yang diberikan menurut pengumuman Yahoo.

Waktu penutupan Yahoo dari beberapa layanan online yang tersisa di Tiongkok bertepatan dengan peluncuran Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi (PIPL), salah satu yang terberat di dunia tentang keamanan data pribadi, yang telah dibandingkan dengan Perlindungan Data Umum, regulasi yang sama di Uni Eropa.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore