
Ilustrasi: logo aplikasi Gmail
JawaPos.com - Para ahli baru-baru ini menemukan adanya ancaman siber berupa scamming yang mengintai Gmail atau G Suite. Ancaman tersebut memungkinkan para penjahat siber untuk mengirim email palsu yang meniru pengguna Gmail atau G Suite.
Menurut peneliti keamanan siber Allison Husain yang menemukan dan melaporkan masalah ini ke Google bulan April lalu scam yang disebut Google sebagai bug itu memungkinkan penyerang mengirimkan email palsu sesuai dengan SPF (Sender Policy Framework) dan DMARC (Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance) dua standar keamanan email tercanggih saat ini.
Disinyalir, scammer itu menyasar ke kotak masuk atau inbox Gmail dan G Suite lalu kemudian mencuri nama pengguna dan kata sandi. Selain Gmail, dilansir dari The Sun, aksi serangan siber ini juga mengintai aplikasi email serupa yakni Outlook.
Melalui email palsu ini, mereka mengirimkan pesan berupa kartu hadiah gratis untuk dibagikan kepada mereka yang menyelesaikan survei tertentu. Peringatan yang mengkhawatirkan ini mendesak siapa pun yang menerima email semacam itu untuk segera menghapusnya.
Untuk Google, laman ZDNet melaporkan bahwa Google telah mengambil tindakan atas laporan serangan ini. Mengenai bug tersebut, para engineer di Google telah mengambil tindakan termasuk kode eksploit proof-of-concept.
Tujuh jam setelah posting blog ditayangkan, Google memberi tahu Husain bahwa mereka menerapkan mitigasi untuk memblokir setiap serangan yang memanfaatkan masalah yang dilaporkan, sementara mereka menunggu patch terakhir untuk digunakan pada bulan September lalu.
Sebagai informasi juga, upaya penambalan bug kemarin adalah kejadian umum di industri teknologi, di mana banyak perusahaan dan tim keamanan mereka tidak selalu sepenuhnya memahami tingkat keparahan dan dampak dari tidak menambal kerentanan sampai detail tentang bug itu dipublikasikan.
Adapun bug itu sendiri, masalahnya sebenarnya adalah kombinasi dari dua faktor, seperti yang dijelaskan Husain dalam posting blognya. Yang pertama adalah bug yang memungkinkan penyerang mengirim email palsu ke gateway email di backend Gmail dan G Suite. Penyerang dapat menjalankan atau menyewa server email berbahaya di backend Gmail dan G Suite, mengizinkan email ini masuk, lalu menggunakan bug kedua.
Bug kedua ini memungkinkan penyerang menyiapkan aturan perutean email khusus yang menerima email masuk dan meneruskannya, sekaligus memalsukan identitas pelanggan Gmail atau G Suite menggunakan fitur asli Gmail atau G Suite bernama "Ubah penerima amplop".
Manfaat menggunakan fitur ini untuk meneruskan email adalah bahwa Gmail atau G Suite juga memvalidasi email yang diteruskan palsu terhadap standar keamanan SPF dan DMARC, membantu penyerang mengautentikasi pesan palsu. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
