
Ilustrasi: Planet (225088) 2007 OR10 membutuhkan nama. (DigitalTrends)
JawaPos.com - Sekelompok ilmuwan dikabarkan sedang mencari nama untuk planet baru yang mereka temukan. Terkait hal tersebut, mereka membuka voting guna mengajak masyarakat memberikan ide nama planet tersebut.
Sebagaimana JawaPos.com kutip dari DigitalTrends, Selasa (16/4), upaya mencarikan nama ini berjalan setelah 12 tahun sejak para ilmuwan di Palomar Observatory California menemukan planet tersebut. Saat ini planet tersebut tak memiliki nama dan hanya memiliki panggilan teknis (225088) 2007 OR10 sesuai dengan penemuannya pada 2007 lalu. Kabarnya benda angkasa itu juga menjadi salah satu planet tanpa nama terbesar yang berada di tata surya kita.
Dalam sebuah artikel baru-baru ini yang diterbitkan oleh The Planetary Society, para ilmuwan yang terdiri dari Meg Schwamb, Mike Brown, dan David Rabinowitz mengungkapkan rincian suara publik soal voting tersebut. Pilihan paling populer akan diajukan ke International Astronomical Union (IAU) untuk dipertimbangkan menjadi nama planet itu.
Namun begitu, nama yang dicari tidak sembarang. Publik diberikan clue atau kisi-kisi yang berkenaan dengan ciri-ciri planet tersebut. Tiga pilihan sesuai dengan peraturan penamaan IAU dan dikaitkan dengan makhluk mitologis dan tokoh yang mencerminkan aspek sifat fisik OR10 2007. Yakni meliputi batu, es air, kemungkinan es metana, dan permukaan yang berwarna merah.
Salah satu kandidat untuk nama baru itu adalah Gonggong yang digambarkan para ilmuwan sebagai dewa air kepercayaan masyarakat Tionghoa dengan rambut merah dan ekor seperti ular. Dia dikenal karena menciptakan kekacauan, menyebabkan banjir, dan memiringkan Bumi.
Pilihan lain adalah Holle, sosok mitologi yang digambarkan sebagai dewi kesuburan, kelahiran kembali, dan wanita musim dingin Eropa. Holle membuat salju dengan menggoyang-goyangkan tempat tidurnya. Dia adalah pelindung kerajinan rumah tangga terutama pemintalan. Dia terhubung dengan musim Yuletide (titik balik matahari musim dingin) yang terkait dengan mistletoe dan holly, tanaman hijau yang mengandung buah merah.
Terakhir ada Vili, dewa Nordik, yang digambarkan bersama saudara-saudaranya Odin dan Vé, mengalahkan raksasa es Ymir dan menggunakan tubuh Ymir untuk menciptakan alam semesta. Daging dan tulang Ymir ditempa ke Bumi, dengan darah Ymir kemudian menjadi sungai dan lautan.
Sebagai informasi, planet 2007 OR10 diperkirakan berdiameter 775 mil (1.250 km) dan ditemukan selama riset Observatorium Palomar yang mencari objek-objek yang menarik di sabuk Kuiper yang jauh. Survei ini menggunakan teleskop Samuel Oschin 48 inci di Palomar Observatory untuk melakukan pencarian.
"Planetoid sedingin es ini adalah dunia tanpa nama terbesar di tata surya kita, tetapi bagi saya, itu adalah gumpalan yang kabur yang bergerak melintasi gambar di layar komputer saya pada Juli 2007," tulis Schwamb dalam artikel itu. "Dan sekarang itu membutuhkan nama," sambungnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
