
Ilustrasi: media sosial. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
JawaPos.com - Basuki Tjahaja Purnama sudah menjalani masa hukuman selama 1 tahun 8 bulan 15 hari. Pria yang akrab disapa Ahok itu bebas pada 24 Januari 2019. Momen kebebasannya bahkan turut disambut warganet dengan beragam ucapan selamat yang menghiasi platform media sosial.
Redcomm Indonesia pun berhasil merangkum fakta-fakta menarik mengenai bebasnya Ahok di dunia maya. Perusahaan marketing digital itu membuat analisis mengenai ‘Kebebasan Ahok’ dengan metode Social Network Analysis (SNA) melalui medium Open Source Intelligent (OSINT).
Sebagai informasi, Metode SNA adalah proses analisis jaringan sosial berkaitan dengan bentuk struktur dan pola interaksi entitas di dalamnya. Dengan SNA, maka akan dapat diukur tingkat keterkaitan antara Ahok dengan percakapan mengenai kebebasannya. Dalam hal ini, Redcomm telah merangkum 639.030 percakapan yang tersebar secara online di Twitter, YouTube, Instagram, dan beberapa forum online dari 17-31 Januari 2019.
Hasilnya pun cukup menarik. Dalam keterangan tertulisnya, Redcomm Indonesia menjabarkan bahwa berdasarkan platform online, volume percakapan mengenai bebasnya Ahok yang paling besar terjadi di Twitter dengan jumlah percakapan mencapai 525.519 kicauan, lalu diikuti YouTube dengan 66.526 percakapan. Kabar bebasnya Ahok juga menghiasi laman berita online sejumlah 27.448 berita.
Kemudian, ada sekitar 79.200 posting-an mengenai bebasnya Ahok berasal dari Kota Jakarta. Menyusul Kota Jogjakarta dengan jumlah unggahan mencapai 13.000 dan Bandung mencapai 11.000 posting-an.
Sementara berbicara mengenai emosi, jumlah warganet yang percaya terhadap Ahok tumbuh sebanyak 7,4 persen di Twitter setelah Ahok bebas. Sedangkan di Instagram terjadi peningkatan antipati, kesedihan, dan kemarahan pasca bebasnya mantan suami Veronica Tan itu.
Lebih jauh, ketika membahas mengenai sentimen percakapan, terdapat peningkatan sentimen negatif di Twitter mengenai Ahok yang dikaitkan dengan rekam jejak penistaan agama, isu agama Puput, hingga dorongan untuk mengusut kasus ‘korupsi’ Ahok yang belum terbukti. Sementara di Instagram, pasca keluarnya Ahok dari penjara terjadi peningkatan sentimen negatif yang fokus diarahkan mengenai rencana pernikahan Ahok dengan Puput.
“Meski sudah diminta oleh Ahok untuk memanggil dengan sebutan BTP, namun warganet masih nyaman dan familiar dengan nama Ahok. Terbukti dengan jumlah penyebutan Ahok yang mencapai 379.481 postingan sementara BTP hanya mendapatkan 93.715 postingan,” jelas pihak Redcomm Indonesia.
Menariknya lagi, saat membicarakan mengenai Puput, pandangan warganet cenderung terbelah, yakni antara mendukung dan tidak merestui pernikahan Ahok dengan Puput. Dukungan lebih diarahkan terhadap uniknya kisah cinta mereka, sementara penolakan lebih diarahkan terkait isu agama mantan polwan berpangkat Bripda itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
