
CEO Facebook Mark Zuckerberg
JawaPos.com – Konten negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, dan lainnya, sering kali bermunculan dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan jejaring sosial semisal Facebook yang kurang bijak membuat ranah interaksi di internet tidak lagi menyenangkan, bahkan menyebabkan perpecahan di berbagai lini.
CEO Facebook Mark Zuckerberg pun kini mulai risau dengan berbagai konten negatif yang memanfaatkan media sosial rintisannya itu. Malahan hingga muncul anggapan bahwa Facebook sama sekali tidak membawa manfaat bagi penggunanya.
Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman Engadget, Senin (15/1), Facebook pernah tersandung masalah politik dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) lantaran digunakan untuk menyebarkan informasi sesat dan palsu bagi publik di negeri Paman Sam itu. Pada Pemilu presiden Amerika Serikat 2016 silam, Facebook diduga berperan dalam campur tangan Rusia untuk memecah belah publik di Amerika Serikat. Hingga kini jejaring sosial milik Zuckerberg itu masih diawasi oleh badan keamanan setempat.
Tahun lalu, perusahaan tersebut mengungkapkan kepada kongres di Amerika Serikat bahwa lebih dari 126 juta pengguna Facebook di Amerika terkena konten tersebut menjelang pemilihan presiden. Hal itu merupakan pukulan besar bagi reputasi Facebook.
Tidak ingin citra Facebook semakin terpuruk, Zuckerberg melalui sebuah tulisan di akun Facebooknya menyatakan bahwa pihakanya akan banyak berbenah tahun ini. Zuckerberg memutuskan untuk mengubah algoritma News Feed agar menampilkan lebih sedikit konten publik dari pengiklan dan brand, sehingga lebih banyak menampilkan postingan yang memang relevan dan disukai pengguna.
“Kami akan mulai membuat perubahan ke arah yang lebih baik dari tahun lalu. Namun akan membutuhkan berbulan-bulan untuk fokus baru ini untuk membuat jalan melalui semua produk kami. Perubahan pertama yang akan Anda lihat akan berada di kabar berita, di mana Anda dapat berharap untuk melihat lebih banyak dari teman, keluarga, dan grup anda,” tulis Zuck dalam postingannya.
Dia juga menjelaskan bahwa Facebook merasa bertanggung jawab untuk memastikan layanan mereka tidak hanya menyenangkan untuk digunakan, tapi juga bagus untuk kebaikan orang-orang.
“Saat kami melakukan ini, Anda akan melihat lebih sedikit konten publik seperti kiriman dari bisnis, merk, dan media. Konten publik yang Anda lihat lebih banyak akan diadakan ke standar yang sama. Ini harus mendorong interaksi yang bermakna antara orang-orang,” jelas suami dari Priscilla Chan itu.
Dengan perubahan yang akan dilakukannya, yakni mengembalikan khittah atau cita-cita Facebook sejak awal berdiri, Zuck mengaku tidak khawatir perubahan yang diperkenalkan tahun ini akan menyebabkan orang menghabiskan lebih sedikit waktu di Facebook.
“Menjaga mood baik pengguna akan lebih baik bagi bisnis kami dan masyarakat dalam jangka panjang. Untuk yang terbaik, Facebook selalu tentang koneksi pribadi dengan berfokus pada menghadirkan orang-orang yang lebih dekat baik itu dengan keluarga dan teman, atau tentang momen penting di Dunia,” pungkas Zuck.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
