Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 April 2019 | 20.56 WIB

Ilmuwan Cari Nama untuk Planet Baru (225088) 2007 OR10, Ada Ide?

Ilustrasi: Planet  (225088) 2007 OR10 membutuhkan nama. (DigitalTrends) - Image

Ilustrasi: Planet (225088) 2007 OR10 membutuhkan nama. (DigitalTrends)

JawaPos.com - Sekelompok ilmuwan dikabarkan sedang mencari nama untuk planet baru yang mereka temukan. Terkait hal tersebut, mereka membuka voting guna mengajak masyarakat memberikan ide nama planet tersebut.

Sebagaimana JawaPos.com kutip dari DigitalTrends, Selasa (16/4), upaya mencarikan nama ini berjalan setelah 12 tahun sejak para ilmuwan di Palomar Observatory California menemukan planet tersebut. Saat ini planet tersebut tak memiliki nama dan hanya memiliki panggilan teknis (225088) 2007 OR10 sesuai dengan penemuannya pada 2007 lalu. Kabarnya benda angkasa itu juga menjadi salah satu planet tanpa nama terbesar yang berada di tata surya kita.

Dalam sebuah artikel baru-baru ini yang diterbitkan oleh The Planetary Society, para ilmuwan yang terdiri dari Meg Schwamb, Mike Brown, dan David Rabinowitz mengungkapkan rincian suara publik soal voting tersebut. Pilihan paling populer akan diajukan ke International Astronomical Union (IAU) untuk dipertimbangkan menjadi nama planet itu.

Namun begitu, nama yang dicari tidak sembarang. Publik diberikan clue atau kisi-kisi yang berkenaan dengan ciri-ciri planet tersebut. Tiga pilihan sesuai dengan peraturan penamaan IAU dan dikaitkan dengan makhluk mitologis dan tokoh yang mencerminkan aspek sifat fisik OR10 2007. Yakni meliputi batu, es air, kemungkinan es metana, dan permukaan yang berwarna merah.

Salah satu kandidat untuk nama baru itu adalah Gonggong yang digambarkan para ilmuwan sebagai dewa air kepercayaan masyarakat Tionghoa dengan rambut merah dan ekor seperti ular. Dia dikenal karena menciptakan kekacauan, menyebabkan banjir, dan memiringkan Bumi.

Pilihan lain adalah Holle, sosok mitologi yang digambarkan sebagai dewi kesuburan, kelahiran kembali, dan wanita musim dingin Eropa. Holle membuat salju dengan menggoyang-goyangkan tempat tidurnya. Dia adalah pelindung kerajinan rumah tangga terutama pemintalan. Dia terhubung dengan musim Yuletide (titik balik matahari musim dingin) yang terkait dengan mistletoe dan holly, tanaman hijau yang mengandung buah merah.

Terakhir ada Vili, dewa Nordik, yang digambarkan bersama saudara-saudaranya Odin dan Vé, mengalahkan raksasa es Ymir dan menggunakan tubuh Ymir untuk menciptakan alam semesta. Daging dan tulang Ymir ditempa ke Bumi, dengan darah Ymir kemudian menjadi sungai dan lautan.

Sebagai informasi, planet 2007 OR10 diperkirakan berdiameter 775 mil (1.250 km) dan ditemukan selama riset Observatorium Palomar yang mencari objek-objek yang menarik di sabuk Kuiper yang jauh. Survei ini menggunakan teleskop Samuel Oschin 48 inci di Palomar Observatory untuk melakukan pencarian.

"Planetoid sedingin es ini adalah dunia tanpa nama terbesar di tata surya kita, tetapi bagi saya, itu adalah gumpalan yang kabur yang bergerak melintasi gambar di layar komputer saya pada Juli 2007," tulis Schwamb dalam artikel itu. "Dan sekarang itu membutuhkan nama," sambungnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore