Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2015 | 23.03 WIB

Tahun 2020, Mobil Pribadi Bisa Berkomunikasi dengan Kendaraan Sekitar

Intel memperkirakan pada tahun 2020 setiap kendaraan bisa saling berkomunikasi di jalan. Ini bisa dilakukan dengan teknologi 5G. - Image

Intel memperkirakan pada tahun 2020 setiap kendaraan bisa saling berkomunikasi di jalan. Ini bisa dilakukan dengan teknologi 5G.

JawaPos.com–Memasuki era 5G, perusahaan raksasa IT Intel Corporation sudah membayangkan teknologi yang akan berkembang pada tahun-tahun mendatang. Teknologi telekomunikasi generasi kelima ini memungkinkan berbagai kemampuan baru dalam penggunaan Internet of Things (IoT).





Corporate Vice President and General Manager of the Communication Intel and Devices Group Aicha Evans mengatakan, dengan teknologi 5G, komunikasi akan menjadi interaktif dan responsif. Dia percaya bahwa pada tahun 2020, ketika teknologi 5G sudah terhubung secara global, maka sekitar 50 miliar "things" juga akan terhubung.



Bayangkan mobil bisa berkendara sendiri yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan kendaraan yang ada di sekitarnya. Ditambah lagi lampu lalu lintas dengan sistem sensor kota yang cerdas mampu mencegah terjadinya kecelakaan. Selain itu, setiap peralatan rumah tangga akan bekerja secara otomatis, mematikan listrik hanya melalui perangkat genggam yang terhubung IoT.



“Sistem otomasi industri, inovasi kesehatan, drone pribadi, robot dan banyak lagi, semua hal tersebut perlu terhubungkan secara nirkabel. Teknologi 5G akan membuat internet menjadi lebih efektif, lebih efisien dari perspektif efisiensi spektral," ungkapnya.



Dia menambahkan, setiap perangkat dengan jaringan IoT tentu akan melakukan apa yang dibutuhkan pengguna kapan pun dan di mana pun. Selama ini, hanya sekitar 30 hingga 40 persen dari populasi dunia yang terhubung.



"Kami berharap selama 10 sampai 20 tahun ke depan seratus persen dari populasi dunia akan terhubung. Ini setara dengan 8 atau 9 miliar lebih orang membutuhkan kemampuan jaringan,” pungkasnya.



Hal tersebut tentu akan memberikan dampak positif kepada masyarakat dunia, terlebih dalam sektor pendidikan. Setiap orang memiliki akses informasi yang luas, sehingga dapat dengan mudah memilih jalur pendidikan yang dikehendaki.



Proses pembelajaran juga tidak harus datang ke sekolah, melainkan dapat dilakukan dengan virtual reality maupun augmented reality yang ada pada jaringan 5G. Dengan begitu, belajar seperti berada di ruang kelas, meski pada kenyataannya dalam jarak jauh.



"Saya pikir kemampuan yang dimungkinkan oleh teknologi 5G akan merevolusi bagaimana kita menjalani hidup kita. Rumah anak dan cucu kita yang mereka tinggali akan menjadi benar-benar berbeda," ucap Evans. (fab/jpg)

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore