Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Maret 2018 | 17.53 WIB

Mengenal Katsuko Saruhashi yang Jadi Google Doodle Hari Ini, Siapa Ya?

Wajah situs pencarian Google hari ini, Kamis (22/3), menampilkan Katsuko Saruhashi. - Image

Wajah situs pencarian Google hari ini, Kamis (22/3), menampilkan Katsuko Saruhashi.

JawaPos.com – Raksasa pencarian Google hari ini, Kamis (22/3), memberi apresiasi terhadap ilmuwan perempuan asal negeri sakura Jepang. Ya, dialah Katsuko Saruhashi yang hari ini berulang tahun ke-98.


Lantas siapakah Katsuko Saruhashi sebenarnya? Seperti dikutip dari laman TIME, Kamis (22/3), Katsuko Saruhashi tak lain adalah wanita pertama yang terpilih di Dewan Sains Jepang pada tahun 1980 silam. Katsuko Saruhashi juga memegang gelar sebagai wanita pertama yang mendapatkan gelar PhD dalam bidang kimia dari Universitas Tokyo pada 1957.


Dulu, dia pernah berkata bahwa ada banyak wanita yang memiliki kemampuan untuk menjadi ilmuwan hebat. “Saya ingin melihat momen ketika para wanita dapat berkontribusi pada sains dan teknologi pada pijakan yang setara dengan pria,” kata dia.


Untuk mempromosikan lebih banyak perempuan dalam sains, Katsuko Saruhashi juga memulai Society of Japanese Women Scientists tahun 1958 dengan misi untuk memiliki lebih banyak wanita yang berkontribusi pada sains dan perdamaian dunia.


Sumbangsih utama Katsuko Saruhashi ke lapangan melibatkan metodologi untuk menentukan tingkat CO2 dalam air laut. Dia adalah yang pertama untuk menentukan kadar asam karbonat berdasarkan suhu, tingkat pH, dan klorinitas.


Penelitian besarnya yang kedua adalah mengukur pencemaran nuklir yang disebabkan oleh pengujian pada 1950-an silam. Dia mengukur jumlah radioaktivitas dalam air laut dan menemukan bahwa imbas kejatuhan tes atom AS di Kepulauan Marshall pada 1950-an, mencapai Jepang setelah sekitar satu setengah tahun. Temuannya tentang bagaimana penyebaran radioaktivitas membantu menyebabkan pembatasan eksperimen nuklir samudera tahun 1963 lalu.


Sementara pada 1981, Katsuko Saruhashi mendirikan ‘The Saruhashi Prize’, penghargaan tahunan untuk mengakui kontribusi penelitian para ilmuwan wanita di dunia. Sayangnya, ilmuwan wanita yang mengingatkan publik atas bahaya nuklir tersebut telah berpulang pada 2007 silam. Kontribusinya untuk dunia sains modern dan penempatan derajat wanita dalam ilmu pengetahuan harus terhenti karena penyakit pneumonia yang menggerogoti tubuhnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore