
Presiden Direktur PT Data Center Infrastructure (DCI) Indonesia Toto Sugiri (kanan) di acara penutupan atap (Topping Off) Gedung Data Center Kedua PT DCI Indonesia, di kawasan MM2100 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/3).
JawaPos.com – PT Data Center Indonesia (DCI) membangun gedung kedua. Gedung tersebut dibangun sebagai pusat data kedua yang dimiliki DCI sejak perusahaan tersebut beroperasi pada 2013.
Presiden Direktur PT DCI Indonesia Toto Sugiri menjelaskan, pembangunan gedung kedua ini karena adanya peningkatan permintaan layanan penyimpanan jasa. Sebelumnya DCI telah memiliki gedung JK1 sebagai gedung data center pertama. Namun, sejak meningkatnya permintaan penyimpanan data, DCI pun menyegerakan pembangunan gedung baru JK2.
DCI diketahui baru saja melakukan penutupan atap (topping off) gedung JK2. “DCI sendiri berencana akan membangun data center hingga delapan gedung, hingga JK8, di kompleks seluas 3.9 hektare di kawasan industri MM2100, Cibitung, Bekasi,” jelas Toto Sugiri dalam keterangan persnya yang diterima JawaPos.com, Jumat (16/3).
“Permintaan terkait layanan penyimpanan data meningkat pesat di tahun 2017 lalu. Karena itulah kami menyegerakan pembangunan gedung data center yang baru,” kata Toto.
Dia menambahkan, DCI optimis terhadap pembangunan gedung data center selanjutnya yang akan lebih cepat daripada pembangunan gedung pertama (JK1) ke gedung kedua (JK2).
Toto mengungkapkan Gedung JK2 dirancang memiliki critical IT load sebesar 7 megawatt (MW) dengan Service Level Agreement (SLA) 99,999 persen. Dengan spesifikasi seperti itu, DCI Indonesia pun mendapatkan sertifikasi Uptime Institute Tier IV Facility.
"Sertifikasi Tier IV ini artinya kami hanya memiliki toleransi untuk down (mati lampu) selama lima menit dalam setahun. Sementara di level Tier III, toleransi down itu boleh 55 menit," tutur Toto.
Untuk mencapai sertifikasi tertinggi Tier IV itu, menurut Toto, tak sedikit investasi yang digelontorkan DCI. Pasalnya, bisnis data center sangat erat kaitannya dengan keamanan data dan efisiensi.
Lantas bagaimana DCI bisa mempertahankan semua komputer dan server di data center mereka supaya tetap menyala dan dingin? Menurut Toto, perusahannya sengaja menyediakan dua sumber daya listrik yakni dari PT Cikarang Listrindo dan dari PT PLN. DCI menyambungkan data center kedua sumber daya. Jadi kemungkinan kedua sumber daya itu mati bersamaan diklaim sangat kecil.
"Kami berusaha menyediakan layanan data center terbaik. Meskipun ada toleransi down lima menit, selama hampir lima tahun beroperasi, buktinya kami tidak pernah mati sama sekali. Bayangkan, jika data center sebuah perusahaan e-commerce mati selama beberapa menit, berapa kerugiannya?" pungkas Toto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
