Ilustrasi pemasangan RAM Crucial di PC. (Crucial)
JawaPos.com - Micron Technology mengumumkan langkah besar yang bisa mengguncang pasar memori global pada 2026. Produsen asal Amerika Serikat itu resmi menghentikan bisnis memori dan penyimpanan konsumer di bawah merek Crucial, sebuah brand yang sudah 29 tahun hadir di kalangan pengguna PC.
Keputusan ini diyakini akan memperketat suplai RAM konsumer di tengah tren kenaikan harga DDR5 yang terjadi sepanjang 2025, termasuk di Indonesia. Dalam rilis resminya, Rabu (3/12/2025), Micron menyebut keputusan tersebut bukan diambil tanpa alasan.
Perusahaan melihat permintaan memori untuk kecerdasan buatan (AI) di pusat data melonjak tajam dan menyerap kapasitas produksi yang sebelumnya dialokasikan untuk pasar konsumer.
“Pertumbuhan yang digerakkan oleh AI di pusat data telah menyebabkan lonjakan permintaan memori dan penyimpanan. Micron membuat keputusan sulit untuk keluar dari bisnis konsumer Crucial demi meningkatkan pasokan dan dukungan bagi pelanggan strategis kami,” kata Sumit Sadana, EVP dan Chief Business Officer Micron.
Micron masih akan mengirimkan produk Crucial hingga akhir Februari 2026, sebelum benar-benar menghentikan distribusi global. Perusahaan menjamin layanan garansi tetap berjalan, tetapi hilangnya Crucial dari pasar retail berarti satu pemain penting di segmen RAM dan SSD konsumer akan benar-benar pergi.
Langkah itu datang pada saat harga RAM DDR5 di pasar global sedang berada pada titik tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Laporan riset mencatat harga kontrak DRAM naik lebih dari 170 persen secara tahunan karena pabrikan memprioritaskan HBM dan DDR5 server, dua jenis memori yang dibutuhkan untuk melatih dan menjalankan model AI skala besar.
Dampaknya terasa hingga Indonesia. Pantauan JawaPos.com di marketplace menunjukkan kenaikan signifikan untuk hampir semua kapasitas DDR5. Kit RAM 32 GB yang tahun lalu masih berada di kisaran Rp 3,5 juta kini rata-rata dijual Rp 6,5 hingga Rp 7,7 juta.
Varian 64 GB seperti Corsair Vengeance 6600 MHz dan Dominator Titanium 6000 MHz tembus Rp 12 hingga Rp 13 juta. Bahkan model 128 GB mencapai Rp 28,9 juta, harga yang sudah menyamai motor matic entry-level.
Crucial yang selama ini dikenal sebagai pilihan “value” juga ikut terdampak. Kit Crucial Pro Overclocking 64 GB DDR5-6400 kini dipatok sekitar Rp 13,5 juta, sementara versi 32 GB dijual Rp 5,94 juta, jauh di atas harga generasi yang sama tahun lalu.
Dengan keluarnya Crucial dari pasar konsumer, analis memperkirakan tekanan harga bisa semakin kuat. Sementara itu, dua produsen besar lainnya, Samsung dan SK Hynix, juga menyampaikan bahwa mereka memusatkan kapasitas pada HBM dan DRAM server karena permintaan AI yang terus melesat. Belum ada sinyal bahwa suplai untuk DRAM konsumer akan kembali normal dalam waktu dekat.
Bagi pengguna PC di Indonesia, situasi ini berarti biaya upgrade berpotensi tetap tinggi hingga 2026. Perakit PC perlu mempertimbangkan ulang rencana pembelian, sementara konsumen casual mungkin memilih menunda upgrade sampai pasar stabil.
Namun selama permintaan untuk memori AI tetap tinggi, pasar RAM konsumer tampaknya harus siap menghadapi periode harga mahal yang lebih panjang dari biasanya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
