
Seminar The 5th Dentons HPRP Law and Regulations Outlook 2025 bertema “Masa Depan Sektor Strategis di Pemerintahan Baru: Zonasi Lahan Data Center dan Terobosan AI di Sektor Kesehatan”. (Istimewa)
JawaPos.com - Teknologi benar-benar sudah merambah semua sektor industri, termasuk dari bidang kesehatan. Kehadiran artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pun membuat cara kerja dunia medis mengalami transformasi yang signifikan. Teknologi itu harus didukung dengan pembangunan data center yang kuat.
Okto Irianto selaku staf ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Transformasi Digital di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan menuturkan, untuk merespons cepatnya perkembangan teknologi AI dan kebutuhan data center, Pemerintahan berkomitmen untuk segera menetapkan zonasi lahan data center di Indonesia. Zonasi data center diyakini dapat memaksimalkan potensi manfaat teknologi informasi di berbagai industri.
Menurut dia, negara harus dapat menyediakan regulasi yang dibutuhkan oleh semua pihak dalam perkembangan data center dan teknologi AI, sehingga Indonesia dapat mengoptimalkan peluang data center dan teknologi AI bagi kesejahteraan masyarakat. Bahkan AI pun dapat membantu mengejar target pertumbuhan ekonomi.
“Pembangunan data center dan AI akan berhasil jika dilakukan zonasi, teman-teman dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang harus melakukan zonasi dan mencari ruang ideal untuk data center,” ungkap Okto Irianto di Jakarta, Kamis (20/2).
Pernyataan Okto Irianto disampaikan dalam seminar bertajuk The 5th Dentons HPRP Law and Regulations Outlook 2025. Seminar itu bertemakan, “Masa Depan Sektor Strategis di Pemerintahan Baru: Zonasi Lahan Data Center dan Terobosan AI di Sektor Kesehatan”.
Seminar dalam bentuk panel itu, Okto dalam paparannya membahas strategi pemerintah dalam mendukung pembangunan data center dan penggunaan teknologi AI untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
CEO Halodoc Jonathan Sudharta yang turut menjadi pembicara mengatakan, AI tidak hanya membuka peluang besar dalam layanan kesehatan, tetapi juga menghadapi tantangan dalam penerapannya, terutama dalam regulasi.
Makanya dia sangat mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadopsi teknologi AI. “Kementerian Kesehatan sangat terbuka dan mengedepankan inovasi, bukan dari inovator, tetapi dari Pemerintah. Saya sangat menghargai ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, CEO Eden Sehat AI Jonathan Natakusuma membahas efektivitas AI dalam mendeteksi penyakit. Peran AI dalam pembuatan laporan radiologi kanker yang lebih cepat dan akurat. Dia memastikan Eden Sehat AI akan menjaga data pasien sesuai dengan standar yang ada.
Chief Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes Setiaji menegaskan pentingnya AI dalam pembangunan data kesehatan nasional, guna menciptakan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berkualitas. “Visi Pemerintah adalah data kesehatan digital terintegrasi dan dilindungi," ujarnya.
Menurut dia, AI di bidang kesehatan saat ini mirip seperti perbankan 30 tahun lalu. Kala itu perbankan berupaya mendigitalkan data. Kini langkahitu dilakukan Kemenkes. Data kesehatan setiap masyarakat ditangkap dari sejak awal, bahkan saat masih di kandungan.
Sementara itu, Nashatra Prita dari Partner Dentons HPRP menyoroti pentingnya regulasi yang adaptif agar AI dapat berkembang tanpa menghambat inovasi bisnis.
Dia mengingatkan, penyedia jasa adalah pihak yang menerima manfaat dari pasien, sehingga harus mendapatkan persetujuan dari pasien untuk melakukan transfer data. “Gap inilah yang perlu diisi dan diatur oleh regulasi,” jelasnya.
Zonasi Lahan Data Center sebagai Titik Transformasi Digital Indonesia

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
