Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 September 2024 | 18.53 WIB

Mengenal Teknologi Nano: Mulai Banyak Dikembangkan Ilmuwan di Seluruh Dunia, Termasuk Indonesia

Ilustrasi: Teknologi nano mulai dikembangkan di banyak sektor oleh para ilmuwan dunia, termasuk Indonesia. (KnowledgeNile)

 
JawaPos.com - Saat ini, para ilmuwan di dunia banyak menaruh perhatian pada bidang teknologi nano. Dianggap penting dalam berbagai bidang, ilmuwan berlomba-lomba menciptakan terobosan terbaru pada bidang teknologi terbaru itu.
 
Teknologi nano sendiri adalah ilmu yang mempelajari manipulasi dan penggunaan material dalam skala nanometer, yaitu 1-100 nanometer (nm). Nanometer adalah satuan yang sama dengan satu per miliar kali-nya 1 meter (1nm= 10-9m).
 
Teknologi nano memiliki beberapa karakteristik. Kecil, ringan, fleksibel  memiliki kekuatan melebihi baja, tahan air dan panas, dapat menyimpan energi dalam jumlah besar dan nyaris tanpa polusi adalah beberapa keunggulan dan karakteristik teknologi nano.
 
 
Konsep teknologi nano pertama kali diperkenalkan oleh fisikawan Richard Feynman pada tahun 1959 melalui presentasinya yang berjudul “There's Plenty of Room at the Bottom”. 
 
Teknologi nano juga diyakini memiliki potensi besar untuk inovasi dan kemajuan di berbagai bidang, seperti elektronik, biomedis, energi, dan lingkungan. Paling mudah kita temui aplikasi teknologi nano saat ini ada pada smartphone yang kita gunakan sehari-hari, mengemas chipset atau prosesor yang dibuat menggunakan fabrikasi berteknologi nano.
 
Di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI telah mengembangkan nanoteknologi sejak tahun 2000-an namun belum mampu mengkomersilkannya. Hal yang paling mendasar dalam menghambat perkembangan teknologi nano di Indonesia adalah ketiadaan alat pengukuran (metrologi) nanomaterial. 
 
 
Mengejar ketertinggalan Indonesia dalam bidang teknologi nano jika dibandingkan negara lain, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) baru saja meresmikan fasilitas laboratorium pengembangan teknologi nano di Indonesia.
 
"Keberadaan Nano Device Laboratory di Indonesia adalah langkah strategis untuk menjadikan negara kita sebagai pemain utama dalam industri teknologi global. Di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ini, laboratorium ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan industri chip di tanah air," ungkap Mochtar Riady pada acara Peresmian Laboratorium Nano Devices, yang diberi nama Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc. Nano Devices Laboratory di FTUI, Depok, Jawa Barat.
 
Mochtar Riady sendiri hadir sebagai salah satu donatur utama pembangunan laboratorium tersebut. Laboratorium Nano Device, Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc. diresmikan pada Senin (2/9/2024) di Gedung Mochtar Riady Plaza Quantum (MRPQ), Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia. 
 
 
Fasilitas laboratorium pintar dan canggih ini diklaim telah dirancang untuk mendorong penelitian dan inovasi di bidang teknologi nano. Sementara nama Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc., diambil untuk menghormati salah satu tokoh terkemuka di bidang sensor dan juga salah satu founding fathers Teknik Elektro di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).
 
Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FTUI, Prof. Dr. Ir. Yanuar, M.Eng., M.Sc. menyatakan dalam kesempatan yang, laboratorium ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga memperkuat peran FTUI dalam menyediakan pendidikan yang berbasis penelitian bagi mahasiswa.
 
"Laboratorium ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam pengembangan teknologi semikonduktor di Indonesia. Dengan fasilitas yang ada, kami optimis dapat mencetak generasi insinyur yang siap menghadapi tantangan di industri nanoteknologi," ungkap Yanuar.
 
 
Untuk pengembangan teknologi nano di Indonesia, Laboratorium Nano Device FTUI dilengkapi dengan peralatan penelitian mutakhir yang memungkinkan para peneliti dan mahasiswa untuk melakukan eksperimen dengan presisi tinggi. 
 
Dilengkapi dengan fasilitas terkini seperti Semiconductor Parameter Analyzer dan maskless laser lithography, laboratorium ini akan memainkan peran penting dalam mendorong Indonesia menjadi pemain kunci dalam industri semikonduktor global.
 
Keunggulan Nano Device Laboratory tidak hanya terletak pada kecanggihan peralatannya, tetapi juga pada potensi besar yang dimilikinya dalam memfasilitasi kolaborasi antara akademisi dan industri. Melalui kolaborasi ini, laboratorium diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan teknologi nasional.
 
 
Selain itu, laboratorium ini juga akan menjadi tempat bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang nanoteknologi, menjadikan FTUI sebagai pusat pendidikan dan penelitian terdepan di Indonesia.
 
Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc, dalam sambutannya menekankan pentingnya laboratorium ini bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. 
 
 
"Saya berharap Nano Device Laboratory dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru yang tidak hanya memperkuat industri semikonduktor di dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan teknologi global," ungkapnya.
 
Dengan kehadiran Nano Device Laboratory, FTUI makin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen untuk mendukung penelitian dan pengembangan teknologi berkelanjutan. 
 
 
 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore